Kategori

yuk.. mondok di PONPES MAMBA'UL HUDA

IMAN DAN AMAL SALEH

 IMAN DAN AMAL SALEH


Iman dan amal saleh adalah dua hal yang merupakan satu kesatuan dan tidak terpisahkan. penyebutan dalam Al Quran dua istilah ini sering bergandengan.

iman dan amal ibarat jiwa dan raga, jiwa tanpa raga atau raga tanpa jiwa keduannya sama-sama tidak berfungsi. keduanya bisa berfungsi dan bersinergi bila menyatu.

Iman menjadi syarat diterimanya amal oleh Allah SWT 

sedangkan amal saleh adalah sebagai bukti jujur dan tidaknya pengakuan atas iman.

iman dan amal sholeh/takwa adalah dua hal yang harus diusahakan, diadakan dan diperbanyak sebagai bekal yang akan kita bawa menuju ke alam akhirat.

selain iman dan amal sholeh semuanya akan kita tinggalkan di alam dunia ini termasuk badan kita sendiri,harta dan keluarga.


 وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ


Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!

(Al-Baqarah :197)


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ  اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ


Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.

(Al-Ḥasyr :18-19)


iman dan amal shaleh membuat seseorang menjadi sebaik-baik ciptaan menurut pandangan Allah sang pencipta dan pemilik bumi.


اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ

جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ 


Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.(Al-Bayyinah:7-8)


-iman dan amal saleh menjadikan seseorang tidak mengalami kerugian (mendapat keuntungan) di masa hidupnya.hidupnya menjadi berarti dan tidak sia-sia, yang mana hidup di dunia ini adalah modal yang berupa kesempatan untuk mencari bekal akhirat.


وَالْعَصْرِۙ

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 


Demi masa,

sungguh, manusia berada dalam kerugian

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.(Al-‘Aṣr :1-3


-iman dan amal saleh sebagai penyebab seseorang mendapatkan ampunan dan penyebab seseorang masuk surga.


فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ


Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia(surga).(Al-Ḥajj :50)


وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ 


Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.(Al-Baqarah :82)


اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا ۙ

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا لَا يَبْغُوْنَ عَنْهَا حِوَلًا


Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal,

mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.(Al-Kahfi:107-108)


IMAN


Iman adalah percaya kepada berita yang disampaikan oleh nabi Muhammad yang termaktub dalam Al Quran dan hadis. berita tersebut bersifat pemberitahuan, peringatan dan panduan akan keselamatan dan kebahagiaan hidup di masa yang akan datang.

Di antara hal-hal yang terkandung dalam berita tersebut adalah :

1. tentang adanya Pencipta alam yang wajib disembah dan adanya para malaikat-malaikat sebagai pesuruhNya.

2. tentang ajaran-ajaran tuntunan hidup yang sesuai dengan fitrah manusia yang meliputi  aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, kisah-kisah,hikmah-hikmah dan hukum-hukum 

3. tentang hal-hal gaib/misteri,baik yang pada zaman nabi sudah terjadi seperti penciptaan alam dan sejarah umat-umat terdahulu. maupun yang belum terjadi seperti peristiwa-peristiwa tanda akhir zaman.

4.tentang alam gaib yaitu tentang peristiwa peristiwa dan kehidupan setelah mati seperti adanya hari kiamat,adanya kehidupan akhirat dan lain-lain. 


الۤرٰ ۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۗ

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَۖ وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ


Alif Lam Ra.  Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang memberikan penjelasan.

Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur'an berbahasa Arab, agar kamu berpikir

Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.(Yūsuf :1-3)


Selain berita tentang alam gaib setelah mati, untuk mengimaninya bisa dikuatkan dengan dalil-dalil akal /rasional dan bukti-bukti empiris baik secara langsung seperti tentang penciptaan alam semesta dan sejarah masa lalu atau tidak langsung seperti adanya Tuhan maha pencipta.


Adapun berita tentang peristiwa dan kehidupan setelah mati masih hanya berupa informasi dan tidak/ belum bisa dibuktikan secara empiris akan tetapi bisa dikuatkan dengan dalil akal dengan metode ibrah tentang bukti adanya penciptaan awal alam semesta ini memungkinkan adanya penciptaan yang kemudian, seperti penciptaan manusia lebih sulit penciptaan yang awal karena belum ada contohnya sedangkan penciptaan yang kemudian lebih mudah karena sudah ada contoh sebelumnya.dan perenungan tentang keadilan Tuhan bahwa banyak manusia yang menzalimi dan dizalimi dan urusannya belum selesai sampai keluar dunia, dan tidak mungkin hal semacam ini akan dibiarkan begitu saja tanpa ada kelanjutan.

Menurut imam Ghozali, bagi orang awam tidak perlu dalil yang tinggi-tinggi untuk mengimani hal ini. untuk mensyukuri karunia akal cukup dengan mencari dalil yang membuktikan bahwa nabi Muhammad adalah benar-benar utusan Allah, seorang manusia yang mempunyai sifat sidiq amanah tabligh Fathonah dan dibekali dengan mukjizat-mukjizat. personal branding/Citra pribadi beliau hanya seorang utusan yang diberikan Wahyu oleh Allah melalui malaikat Jibril untuk disampaikan kepada umat manusia.

Kemudian orang awam tinggal mengikuti saja sebagaimana seorang pasien yang menyerahkan urusan misteri kesembuhan penyakitnya dengan cara mengikuti saran dokter yang sudah terbukti dan terpercaya.


مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا 


Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(Al-Aḥzāb :40)


 وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ


Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.(Al-Ḥasyr :7)


مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .

“Apa saja yang aku larang, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi perintah nabi-nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Nabi Muhammad adalah seorang yang bersifat ummi (profilnya alamiah, tidak belajar secara akademis,tidak berguru kepada siapapun termasuk kepada ibu dan bapaknya) beliau bisa memberitakan hal-hal yang masih ghaib pada zamannya dan sekarang sudah terbukti secara ilmiah maupun empiris seperti diabadikannya badan Firaun musuh nabi Musa, bisikan nabi kepada Fatimah bahwa ia akan menjadi orang pertama dari keluarganya yang kemudian akan menyusul nabi meninggal dunia, berita tentang Hasan cucu beliau bahwa ia kelak akan mendamaikan dua kelompok besar muslimin yang sedang bertikai, berita tentang takluknya Mesir, Romawi, Persia, berita tentang adanya dinding pemisah antara air laut yang tawar dan yang asin, berita tentang akan kembalinya sebuah bangsa yang sudah berserakan dan kotanya sudah dihancurkan oleh Allah setelah berlalu hampir 19 abad (Israel), berita tentang kaum kaum Arab yang dulu masih primitif sebagai penggembala-penggembala kambing namun kelak akan saling berlomba-lomba membangun gedung-gedung yang tinggi, berita tentang nabi Muhammad adalah penutup para nabi dan berita berita yang lain.

Berita-berita yang ketika nabi menyampaikan belum terjadi dan ternyata sekarang sudah terbukti kebenarannya,ini menandakan kebenaran berita-berita yang sekarang belum terjadi termasuk peristiwa dan kehidupan setelah mati. dan menandakan bahwa berita yang disampaikan bukan dari dirinya sendiri melainkan Wahyu dari Tuhan.


وَالنَّجْمِ اِذَا هَوٰىۙ

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوٰىۚ

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى

اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ


Demi bintang ketika terbenam,

kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,

dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya.

Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),

(An-Najm:1-4)


فَلَآ اُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُوْنَۙ

وَمَا لَا تُبْصِرُوْنَۙ

اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ

وَّمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍۗ قَلِيْلًا مَّا تُؤْمِنُوْنَۙ

وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَۗ

تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ


Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat

dan demi apa yang tidak kamu lihat.

Sesungguhnya ia (Al-Qur'an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,

dan ia (Al-Qur'an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya

Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya.

Ia (Al-Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

(Al-Ḥāqqah :38-43)


لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ 


Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.(Yūsuf :111)


Apa apa yang diberitakan nabi adalah hal hal yang berhubungan dengan wahyu atau tentang urusan agama yaitu kemaslahatan akhirat dan sebagian urusan dunia yang berkaitan dengan kemaslahatan akhirat,dan merupakan hal-hal yang luput untuk disadari dan terlupakan dari ide-ide manusia. adapun urusan murni dunia  secara teknis nabi menyerahkan kepada manusia itu sendiri. Karena oleh Allah manusia sudah dibekali ilmunya.


فَقَالَ: «إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ دِينِكُمْ فَخُذُوا بِهِ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ رَأْي فَإِنَّمَا أَنا بشر»


maka nabi bersabda:“Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa, oleh karenanya apabila aku memerintahkan sesuatu dari urusan dien (agama) kalian, maka ambillah (laksanakanlah) dan jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian berdasar pendapatku semata, maka ketahuilah bahwa sungguh aku hanyalah manusia biasa”(hadits)


قال: أنتُم أعلَمُ بأمرِ دُنياكُم.


nabi bersabda:“Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian”(hadits)


وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَسْمَاۤءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ فَقَالَ اَنْۢبِـُٔوْنِيْ بِاَسْمَاۤءِ هٰٓؤُلَاۤءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ


Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!”(Al-Baqarah :31)


-iman menumbuhkan rasa aman tentram di hati dan menghilangkan kecemasan  tentang misteri misteri yang akan terjadi dimasa yang akan datang, karena dengan iman, Allah akan melindungi dan membimbing kita keluar dari gelapnya kekufuran menuju ke arah jalan hidup yang jelas dan terang.


اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْٓا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ 


Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.(Al-An‘ām :82)


اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ  اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ 


Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.(Al-Baqarah :257)


-iman meregulasikan semua hal yang menimpa orang mukmin menjadi serba baik.


عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ


Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya adalah kebaikan. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang mukmin

Jika ia mendapat kesenangan (kebahagiaan), ia bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya.

Jika ia tertimpa kesusahan (musibah), ia bersabar, maka itu pun adalah kebaikan baginya



Iman adalah pilihan bebas dan keputusan sadar setiap manusia, setiap orang punya hak asasi untuk memilih kepercayaanya  berdasarkan pertimbangan akalnya masing-masing. namun setiap pilihan mempunyai konsekuensi pertanggungjawaban.

Iman berdasarkan kesadaran diri dan tidak bisa dipaksakan.

Rasul hanyalah menyampaikan kebenaran dari Tuhan semesta alam.

Mau percaya atau tidak/ mau menerima atau tidak,itu terserah pilihan masing-masing orang.


وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا


Dan katakanlah (Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barangsiapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.(Al-Kahfi :29)


وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًاۗ اَفَاَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تُؤْمِنَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَعْقِلُوْنَ


Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?

Dan tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang yang tidak menggunakan akalnya.(Yūnus :99-100)


اِعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۗ

مَا عَلَى الرَّسُوْلِ اِلَّا الْبَلٰغُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَمَا تَكْتُمُوْنَ

قُلْ لَّا يَسْتَوِى الْخَبِيْثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ اَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيْثِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 


Ketahuilah, bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah), dan Allah mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan.

Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung.”(Al-Mā'idah:98-100)


لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ  قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ  اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ 


Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.(Al-Baqarah :256-257)


-iman bersifat fluktuatif ,bisa bertambah dan bisa berkurang

iman yang tertanam di hati kita seperti pohon yang tertanam di tanah, bisa tumbuh dengan subur dan bisa juga sebaliknya bisa layu bahkan bisa mati.

oleh karena itu iman perlu dijaga dan dirawat.

diantara hal-hal yang membuat iman bertambah adalah berdoa,taat beribadah,  beramal sholeh, berakhlak yang terpuji,berdzikir dan lain-lain

dan di antara hal-hal yang membuat iman berkurang adalah kemunafikan, kemaksiatan, kelalaian dari ingat pada Allah, terlalu cinta dunia, mengidolakan orang kafir dan lain-lain


الإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدكُم كَمَا يَخْلَقُ الثَّوبَ الْخَلِق، فَاسْأَلوا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيَمَانَ فِي قُلُوبِكُم

Sesungguhnya keimanan di rongga tubuh (hati) kalian benar-benar akan menjadi usang, sebagaimana usangnya pakaian. Maka mintalah kepada Allah untuk memperbaharui keimanan dalam hati kalian(H.R Hakim)


“جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ “، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا؟ قَالَ: ” أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ “

“Perbarui iman kalian”“Ya Rasulullah, bagaimana cara kami memperbarui iman kami?” tanya para sahabat.Beliau bersabda, “Perbanyaklah mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’.

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا ثُمَّ اٰمَنُوْا ثُمَّ كَفَرُوْا ثُمَّ ازْدَادُوْا كُفْرًا لَّمْ يَكُنِ اللّٰهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيْلًاۗ

بَشِّرِ الْمُنٰفِقِيْنَ بِاَنَّ لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًاۙ


Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus).

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,(An-Nisā':137-138)


AMAL SHOLEH


Amal sholeh adalah perbuatan baik yang didasari iman dan dikerjakan dengan niat ikhlas/murni karena mengharap ridho Allah


مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ


Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(An-Naḥl :97)


Perbuatan baik adalah perbuatan perbuatan yang telah ditunjukkan oleh nabi dan perbuatan yang dinilai baik oleh mayoritas orang-orang mukmin seperti ibadah, berdzikir, tafakur, sabar, tawakal, rodja,membaca Alquran, silaturahmi,mencari dan menyebarkan ilmu, sopan santun, jujur, rendah hati, pemaaf, murah senyum, dermawan, tolong menolong, menghormati orang lain, menjaga kebersihan, merawat keindahan dan lain-lain


قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ ۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ


Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”(Āli ‘Imrān :31-32)


فَمَا رَأَى الْمُسْلِمُونَ حَسَنًا، فَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ حَسَنٌ، وَمَا رَأَى الْمُسْلِمُونَ سَيِّئًا فَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ سَيِّئٌ


"Maka Apa yang dipandang oleh kaum muslimin sebagai kebaikan maka di sisi Allah sebagai sebuah kebaikan. Dan apa yang dipandang oleh kaum muslimin sebagai kejelekan maka ia di sisi Allah adalah sebagai sebuah kejelekan”.(HR.Ahmad)


Adapun perbuatan-perbuatan baik yang tidak didasari iman dan hanya didasari dengan akal budi  saja seperti perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh orang-orang kafir itu dinamakan perbuatan baik duniawi atau perbuatan baik universal. balasan jasa perbuatan baik ini hanya berhenti di dunia saja dan tidak berdampak sampai ke akhirat. 


مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَزِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَيْسَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُ ۖوَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ


Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.(Hūd :15-16)


وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا


Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.(Al-Furqān :23)


وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍۢ بِقِيْعَةٍ يَّحْسَبُهُ الظَّمْاٰنُ مَاۤءًۗ حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَهٗ لَمْ يَجِدْهُ شَيْـًٔا وَّوَجَدَ اللّٰهَ عِنْدَهٗ فَوَفّٰىهُ حِسَابَهٗ ۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ۙ


Dan orang-orang yang kafir, amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila (air) itu didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.(An-Nūr :39)


مَثَلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ اَعْمَالُهُمْ كَرَمَادِ ِۨاشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيْحُ فِيْ يَوْمٍ عَاصِفٍۗ  لَا يَقْدِرُوْنَ مِمَّا كَسَبُوْا عَلٰى شَيْءٍ ۗذٰلِكَ هُوَ الضَّلٰلُ الْبَعِيْدُ


Perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.(Ibrāhīm:18)


Amal sholeh yang diterima oleh Allah adalah amal saleh yang dikerjakan dengan niat ikhlas mengharap ridho Allah bukan karena riya/pamer terhadap orang lain 


قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا 


Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”(Al-Kahf :110)


إِنَّ اللهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ


Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang ikhlas karena-Nya dan untuk mencari wajah-Nya (ridha-Nya) (HR. Nasai)


أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ


Artinya: "Aku adalah Zat yang paling tidak butuh kepada sekutu. Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang ia sekutukan padaku di dalamnya selain Aku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya."(HR Muslim)


-Amal saleh adalah hal yang sangat ditekankan oleh Allah, baru niat saja sudah diberikan pahala, walaupun amal baik tersebut tidak jadi terwujud karena mungkin adanya kendala-kendala tertentu.

Dan bila amal baik berhasil dikerjakan maka pahalanya akan dilipatgandakan 10 sampai 700 kali tergantung kadar kebaikannya, adapun amal buruk akan dibalas dengan balasan yang setimpal.


فَإِنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِندَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عِندَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِئَةِ ضِعْفٍ


Artinya: "Maka jika ia berniat melakukan suatu kebaikan lalu tidak jadi mengamalkannya, Allah mencatatnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan jika ia berniat lalu mengerjakannya, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat ganda banyaknya."(HR Bukhori Muslim)


مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ


Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).(Al-An‘ām :160)


نِيةُ المُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ


"Niat seorang mukmin lebih utama daripada amalnya." (HR Al-Baihaqi)


-Semua amal perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid (yang memonitor dan merekam), semua anggota tubuh akan menyimpan data apa yang telah dilakukan nya dan kelak di hari kiamat akan diperlihatkan kepada kita dan mulut tidak bisa mengelak.


يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا  ۛوَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍ ۛ تَوَدُّ لَوْ اَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهٗٓ اَمَدًاۢ بَعِيْدًا ۗوَيُحَذِّرُكُمُ اللّٰهُ نَفْسَهٗ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ 


(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.(Āli ‘Imrān :30)


يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ 


Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,

dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.(Az-Zalzalah:6-8)


(Penulis: KH M.Aminudin)


Posting Komentar

0 Komentar