BIOGRAFI KH MUHSHONUDDIN
Beliau adalah putra kyai Adnan. Kiai Adnan
adalah seorang imam musholla sekaligus guru mengaji. seseorang yang di masa sepuhnya
oleh warganya dikesankan identik dengan pakaian perpaduan sarung,baju sorjan,
dan udeng kepala yang berwarna putih.Dahulu rumahnya berada di selatan masjid
yang sekarang menjadi halaman pondok.
(1965)
(1985)Ny Hj Nurul istiqomah
KH muhshonuddin lahir tahun 1934.Dimasa kecilnya beliau diasuh oleh orang tuanya sendiri dan dimasukkan di sekolah rakyat yang sekarang sudah berubah menjadi SDN kaliabu yang jarak dari rumahnya hanya 100 meter.dan selanjutnya beliau pergi belajar ke pondok Sugihan kajoran kemudian pindah ke pondok KH Chudori Tegalrejo. kemudian di usia yang ke-19 beliau melanjutkan belajarnya ke Kediri berguru kepada KH zamroji dan KH Ahmadi. selain belajar di robitoh beliau di sana juga berguru tarekat qodiriyah wannaqsyabandiyah, selain kepada KH zamrozi, secara periodik beliau juga berguru kepada KH Romli Tamim Jombang sampai beliau mendapatkan ijazah sebagai Mursyid.
dipondok kediri
1956
setelah tamat robithoh pada hari rabo legi
6 jumadil akhir 1378H/17 desember 1958M beliau pamit dan mohon doa restu kepada
gurunya untuk pulang kembali ke orang tuanya dan mengabdi kepada masyarakatnya.
progres prioritas beliau adalah melanjutkan pendidikan dan pengajian yang telah
dirintis oleh orang tuanya.
PENGAJIAN PENGAJIAN
beliau tetap mempertahankan dan
melestarikan pengajian yang sudah ada dan sudah berjalan sebelumnya.
diantaranya adalah pengajian mingguan untuk
warga sekitar setiap Jumat setelah dluhur, pengajian ini dipercayakan kepada
kyai Abdul Ghofar, dan setelah kyai Abdul Gofar wafat kemudian digantikan oleh
kyai Abu Thalib dan kyai nuhairi secara bergiliran.
ada juga pengajian selapanan weton yang
diadakan setiap hari Ahad legi. pengajian ini bersifat umum dan biasanya
mendatangkan mubaligh mubaligh dari luar daerah seperti KHR As'ari dari
demesan. adapun susunan acara pengajian ini biasanya diawalii dengan lagu-lagu
syair yang dibawakan oleh kyai Abu Thalib. selanjutnya adalah pengajian masalah
ubudiyah oleh kyai Abdul ghofar dan baru kemudian pengajian inti dan doa.
selain itu beliau juga mengadakan pengajian
bulanan tentang ajaran dan amalan tarekat qodiriyah wanaqsabandiyah
diperuntukkan bagi siapapun yang ingin mengikutinya.pengajian ini diadakan
setiap tanggal 11 berdasarkan kalender Hijriyah.
ketiga model pengajian ini tetap bertahan
dan tetap berlangsung sampai sekarang
walaupun pasca sepeninggal beliau mengalami banyak penurunan.
adapun acara yang bersifat tahunan beliau
di setiap bulan Sya'ban/ruwah mengadakan tasyakuran dan haflah akhirussanah
bagi santri-santri yang telah tamat madrasah. acara ini bersifat umum dan
dihadiri dari berbagai kalangan masyarakat,pejabat pemerintah dan tokoh
masyarakat juga ikut diundang.
selain sibuk mengelola pendidikan nya
beliau juga sempat berprofesi sebagai mubaligh yang berdakwah ke sana kemari.
bahkan beliau memiliki semacam team organizer. memiliki genset dan sound system
sendiri serta MC dan qori sendiri. sebagai mc-nya biasanya bapak Muhsan adiknya
sendiri dan sebagai qorinya biasanya Bapak Rahman dari dusun kopen
beliau
juga bersemangat di dalam ikut memperjuangkan organisasi NU. di era
tahun 60-an di pondoknya sering diadakan acara-acara ke nu-an terutama kegiatan
ansor kabupaten Magelang seperti pelatihan,pengkaderan dan dijadikan tempat
markas pelatihan drum band ansor Magelang.
bahkan pasca peristiwa G30S PKI pondok ini
dijadikan tempat yang dulu disebut dengan istilah gemblengan yang banyak diikuti
pemuda-pemuda dari banyak penjuru dari
berbagai kalangan tidak hanya dari kalangan nahdliyyin saja. adapun kegiatan
ini diasuh langsung oleh beliau KH mushonudin dan KH Mughni sodiq dari
sonopinggir juwet ngronggot Nganjuk. bermula dari sinilah beliau banyak kenal
dengan pejabat-pejabat pemerintah dan militer dan dari mereka mereka beliau
lebih mengenal tentang dunia birokrasi dan politik. dan di masa-masa akhir
hidup nya beliau berhidmah di jajaran syruriah PCNU kabupaten Magelang.
Adapun hal-hal yang telah tersebut itu maka
menjadikan pondok pesantren Mambaul Huda sudah dikenal oleh masyarakat luas
sejak era 60-an.
MENDIRIKAN MADRASAH DINIYAH DAN CIKAL BAKAL
MTS WONOGIRI
Adapun untuk pengajian kalangan remaja dan
dewasa yang dahulunya masih memakai metode ala kuno seperti sorogan dan
bandongan kemudian dirubah menjadi sistem madrasah dan berkelas-kelas oleh
karena kepulangan beliau ini menjadikan semakin banyaknya peserta pengajian
yang terdiri dari banyak tingkatan umur baik laki-laki maupun perempuan.bahkan
tidak sedikit yang umurnya lebih tua dari pada beliau.
Lalu kemudian beliau bersama sama warga
masyarakat membangun ruang ruang kelas dengan bahan gedhek bambu yang sederhana
di atas tanah milik seorang peserta pengajian yang bernama Bapak Soim suhadi
yang di kemudian hari beliau menjadi BP3 MI, guru dan khotib Jumat, Tanah ini
posisinya berada di sebelah barat masjid dan di kemudian hari beliau
mewakafkanya dan KH Muhsonudin sebagai Nazdirnya. Madrasah ini diberi nama
perguruan Al Islam karena tafaulan lalu menisbatkan namanya dengan nama asrama
perguruan Islam milik gurunya KH Khudhori Tegalrejo. Madrasah ini masuknya sore
hari karena paginya banyak yang sekolah SD. dan anak-anak yang mengikuti
Madrasah ini biasanya sudah bisa membaca Alquran karena sudah belajar di
musholanya masing-masing setiap waktu maghrib dan di musholanya tetap terus
melanjutkan sampai khatam. adapun anak-anak pondok baru yang belum bisa membaca
Alquran, oleh beliau dijatahkan kepada Ky nuhairi.Ky nuhairi adalah tetangga
sebelah utara pondok, kemudian kyai nuhairi mendirikan Langgar di depan
rumahnya yang langgar ini melestarikan langgar kakak iparnya di dusun Ngampel
yang telah ditinggalkannya.
Oleh karena Madrasah ini mengalami
perkembangan yang cukup pesat maka empat tahun kemudian tepatnya tahun 1963
bangunan bambu ini dipugar dan dibangun kembali secara permanen dengan memakai
bahan material batu bata. di antara tukang batunya adalah bapak soma dari dusun
Demangan dan tukang kayunya bapak muhroni dari dusun Losari.
Enam tahun kemudian Madrasah ini
distatuskan sebagai Madrasah ibtidaiyah kemudian murid-murid generasi keenam
belajarnya tetap terus berlanjut ke kelas berikutnya dan distatuskan sebagai
Madrasah Tsanawiyah. Madrasah Tsanawiyah ini di tengah-tengah perjalanannya
ditambah materi-materi pelajaran umum seperti aljabar,ilmu alam dan bahasa Indonesia
untuk dipersiapkan menjadi sekolah PGA,akan tetapi sekitar tahun 70an hanya
sedikit peminat dari warga sekitar, justru yang banyak adalah warga dari desa
Wonogiri dan di sisi lain para pengelola Madrasah lebih memfokuskan diri
menamatkan sekolah PGAnya masing-masing untuk mempersiapkan dirinya menjadi
guru MI sekaligus PNS dan fokus pada persiapan transformasi Madrasah ibtidaiyah
ke Madrasah umum. maka kemudian Madrasah Tsanawiyah tersebut dipindah ke dusun
tuanan Wonogiri.dan menjadi cikal bakal sekolah MTS Wonogiri
CIKAL BAKAL BERDIRINYA PONDOK PESANTREN
Belum genap setahun beliau bermukim sudah
ada beberapa peserta pengajian yang menginap, ada yang numpang di rumah beliau
dan ada yang ngemper dimusholla,bahkan ada adik santri juniornya dari pondok Kediri
yang ikut menyusul juga ke sini, dan semakin hari semakin bertambah banyak
peserta pengajian yang datang dari tempat yang semakin jauh. maka kemudian
beliau di sisi lain juga mendirikan kamar-kamar yang sangat sederhana dari
bambu dan kayu model planggrong/panggung untuk menyediakan tempat penginapan
bagi peserta pengajian yang bermukim. setelah proses pembangunan selesai
kemudian diresmikan dengan istighosah dan doa oleh KH khudlori pada jam 20.30
WIS malam hari ahad Kliwon 7 dzulhijjah 1378 H/14 Juni 1959M.
(1964)dihalaman pondok 1.KH muhshonudin
2.Ky Abdulgoffar 3.Ky Abutholib
ustadz dan aparatur pemerintah 4.asrama
pondok pesantren salafijah gg.kantor kaliabu
SEJARAH BERUBAHNYA MUSHOLA MENJADI MASJID
pada tahun 1961 beliau juga mendirikan
masjid, pendirian masjid ini dilatar belakangi oleh karena semakin banyaknya
santri yang bermukim dan keinginan warga sekitar karena repotnya melaksanakan
jumatan di masjid yang ada di dusun lain yang sudah tidak lagi memadai,
lebih-lebih bila datang musim hujan. maka beliau sowan KH Abdul Hamid kajoran
guna mengadukan akan hal ini, atas Restunya maka mushola yang sudah ada
dibongkar dan dibangun lagi dengan model layaknya masjid.
masjid ini memiliki kentongan dan bedug
yang masih ada sampai sekarang.bedug ini memiliki ukuran yang lumayan besar,
dengan diameter 125 cm dan panjang 170 cm.Bedug ini merupakan sumbangan dari
jamaah pengajian dari dusun bompon Wonogiri.
walaupun masjid ini sudah dibangun secara
permanen dengan menggunakan material batu bata namun sekitar duabelas tahun
kemudian masih dirasa kurang luas, lalu dibongkar lagi dan dibangun kembali.
pembangunan ini diawali dengan peletakan 4 batu umpak dan pendirian soko guru,
pada malam Ahad pahing jam 09 29 Desember 1974 setelah melakukan jamaah isya
dan doa bersama. dan diresmikan dengan pemasangan kubah pada hari Selasa Pon
jam 10 siang tahun baru Hijriyah 1395H.
dan selama proses pembangunan masjid ini
berjalan di sisi lain dilakukan juga pemangkisan/pembaruan kulit bedug yang
selesai pada hari Selasa Pon 5 Maret 1974
CIKAL BAKAL BERDIRINYA MI DAN TK
beliau juga mempunyai komitmen untuk selalu
beradaptasi dengan zamannya. hal ini bisa dibaca dari cara beliau menyikapi
fenomena-fenomena yang terjadi di tahun 60-an dan 70-an bahwa banyak
tokoh-tokoh Islam yang mendesak kepada kementerian agama untuk memperbanyak
sekolah-sekolah pendidikan guru agama (PGA) dan mentransformasikan Madrasah
Diniyah swasta yang biasanya didirikan oleh tokoh-tokoh agama setempat ini
menjadi madrasah ibtidaiyah umum/formal dan ustaz-ustaznya bisa bertransformasi
sebagai guru PNS.yang sebetulnya program ini adalah menindak lanjuti program
Madrasah wajib belajar(MWB)yang diinisiasi oleh menteri agama KH Wahid Hasyim
(1951).
kemudian beliau menyarankan kepada para
ustaz dan ustadzah madrasahnya untuk mendaftarkan diri ke sekolah PGA bagi yang
mempunyai ijazah SR atau SD dan bagi yang tidak memiliki syarat-syaratnya
beliaupun membantu mengupayakannya.Empat tahun kemudian sebagian dari mereka
sudah ada yang lulus dan dalam proses menjadi guru PNS. kemudian mereka
dipanggil dan dikumpulkan guna bermusyawarah membahas rencana dan persiapan
transformasi Madrasah Diniyah ke madrasah umum. kemudian mulai tahun ajaran
baru tahun 1972 pelajaran Madrasah mulai ditambah dengan pelajaran-pelajaran
umum dan jam masuknya yang tadinya sore lalu diganti menjadi pagi hari. 6 tahun
kemudian murid-murid kelas 6 siap mengikuti ujian madrasah yang diselenggarakan
kementerian agama, lalu sebagai pra syaratnya Madrasah juga harus didaftarkan
kekementerian agama sehingga tahun 1977 madrasah mendapatkan piagam dan
terdaftar di kementerian agama.hal semacam ini banyak terjadi di berbagai
tempat tidak hanya di sini saja.dan sejak proses transformasi ini hanya
anak-anak pondok yang berumur di bawah 12 tahun saja yang mengikuti madrasah
ibtidaiyah formal/umum. adapun anak-anak pondok yang umurnya lebih dari itu
untuk kegiatan belajar mengajarnya mengambil waktu selain pagi,karena paginya
sudah ditempati sekolah formal, maka ada yang sore dan ada juga yang malam.
Pada waktu musyawarah yang membahas
persiapan transformasi Madrasah Diniyah ke madrasah umum juga muncul ide untuk
mendirikan sekolah taman kanak-kanak dengan tujuan membantu orang tua di dalam
mengasuh anak-anaknya dan mempersiapkan calon-calon murid baru Madrasah
ibtidaiyah. kemudian didirikanlah sekolah taman kanak-kanak/ Roudlotul Athfal.
dan sebagai gurunya ditunjuklah guru madrasah
yang bernama ibu sudariyah dari dusun kopen, yang kemudian dilanjutkan
ibu mustarikhah dari dusun kantor dan diteruskan ibu banatul Istiqomah dari
dusun kerajan. bangunan TK ini berupa rumah kayu bekas rumah warga dan
didirikan di sebelah barat MI. lalu setelah berjalan beberapa tahun bangunan
itu mengalami pelapukan, kemudian pindah menempati rumah kosong milik bapak
bahrodi yang terletak di sebelah utara masjid jarak sekitar 40 meter. baru
kemudian di tahun 1980 pindah dan menyatu dengan MI terletak di bagian paling
timur setelah sebelumnya direnovasi terlebih dahulu.
SEJARAH BERDIRINYA MTS ALHUDA
(1964)di kantor pondok bersama pak camat
kemudian di pertengahan tahun 80-an beliau
KH musonudin tampak akrab dengan bupati Magelang bpk M Solikhin, dalam suatu
masa bapak Bupati setiap malam Jumat selalu berkunjung ke kediaman beliau,
beliau berdua selalu tampak asik berbincang-bincang sampai larut malam. tidak
ada yang tahu apa yang dibincangkan mereka berdua kecuali mungkin hanya
sopirnya Bapak Bupati saja. namun pada saat acara pengajian beliau pernah berkata
bahwa beliau berencana akan mendirikan sekolah Tsanawiyah dan Bapak Bupati
dengan harta pribadinya sendiri bersedia membangunkan dua buah ruang kelas
sebagai modal awal untuk tahun pertama proses kegiatan belajar mengajar, dan akan menyalurkan air bersih ke pondok
dari sumber air yang berada di Area sawah salah satu jamaah tarekatnya di dusun
sindon sambak. begitulah ujar beliau.
kedua janji Bapak Bupati itu semuanya
terealisasi,hanya saja di kemudian hari saluran air tersebut justru malah
menjadi cikal bakal PDAM. namun beliau tetap ikhlas dan berkata bahwa memang
baiknya seperti itu.
kemudian beliau mengambil langkah-langkah:
langkah pertama beliau mencari lahan yang
paling tepat untuk didirikan sekolah kemudian beliau menemui dan mengajukan
tawaran kepada Ny Rubiah bagaimana bila tanah miliknya ditukar dengan tanah
beliau yang jaraknya lebih jauh namun lebih luas guna untuk mendirikan sekolah,
lalu Ny Rubiah menyetujui.
langkah kedua beliau menemui Bapak Burhan
selaku kepala dusun kantor lalu bapak ikhsanuddin dan bapak komari selaku tokoh
dusun Ngampel untuk menggerakkan kerja bakti menebang pohon-pohon dan
memadatkan tanah
langkah ketiga beliau memanggil Bapak
fahrur Rozi yang berprofesi sebagai guru untuk mencarikan calon guru-gurunya
dan mempersiapkan segala administrasi nya
langkah keempat beliau menghubungi para
tokoh-tokoh dan alumni untuk mencarikan murid murid baru
setelah tanah dipersiapkan,Bapak Bupati
menepati janji nya membangunkan dua ruang kelas.dan kemudian sekolah mulai
beroperasi tahun 1987. satu ruang untuk kantor dan satu ruang lainnya untuk
kelas 1.namun sampai tahun kedua dan berikutnya belum bisa meneruskan
pembangunan sehingga untuk kelas 2 dan kelas 3 masih menumpang di rumah warga
diantaranya rumah Ny Rubiatun, rumah bapak Jamiri dan rumah Ny khomsatun,
bahkan ketika muridnya bertambah banyak,kantor sekolah sempat berpindah di
rumahnya Bapak fahrurrozi.
baru kemudian ditahun ke-3 mulai mampu
membangun dan menambah dua ruang kelas lagi sehingga semua murid-murid tidak
lagi menumpang di rumah warga.
sekolah ini status afiliasi masih menginduk
kepada MtsN beseran Kaliangkrik. sebagai kepala sekolahnya adalah Bapak
Fahrurozi namun kemudian di tahun tahun berikutnya dilanjutkan oleh Bapak Muh
sutiyono BA dari desa Sriwedari.adapun BP3-nya adalah Ky komari
bapak Muh Sutiono BA dan Ky Komari
merupakan teman akrab KH musonudin, mereka berdua sering tampak berkunjung ke
kediaman beliau baik secara bersamaan atau sendiri-sendiri guna memberikan
laporan-laporan dan membahas bab pengelolaan sekolah.
bila sedang sendiri-sendiri bapak Muh
sutiyono biasanya datang pada waktu jam-jam sekolah akan tetapi bila kyai
komari lebih suka waktu malam setelah isya. bila mereka sedang bertemu sering
terdengar canda tawa dan pertemuan mereka diakhiri dengan makan bersama.dan
terkadang bercampur dengan tamu-tamu yang lainya.
MENUNAIKAN IBADAH HAJI DAN HARI WAFATNYA
(1990) dihalaman pondok pemberangkatan haji
KH mushonudin dan istrinya Ny Hj Nurul Istiqomah menunaikan ibadah haji pada tahun 1990.
(1990)di makkah
dan 5 tahun kemudian beliau
wafat meninggal dunia tepatnya pada jam 00.03 WIB malam Jumat Pon 15 Desember
1995M/22 Rajab 1416 H. di RS Dr Sardjito Yogyakarta.
(1995)dimasjid wafat
0 Komentar