Kategori

yuk.. mondok di PONPES MAMBA'UL HUDA

BERDOA



Berdoa artinya mengundang/ memanggil Alloh,dengan harapan agar Alloh berkenan memperhatikan dan memberikan kasih sayangNya/anugrahNya atau berkenan memberikan apa yang kita harapkan


Berdoa adalah perintah Allah

Berdoa termasuk esensi ibadah karena berdoa merupakan kesadaran seorang hamba akan perlunya perhatian dan kasih sayang Tuhan.

Berdoa termasuk hal yang paling mulia dihadapan Allah karena berdoa adalah merupakan pengakuan akan lemahnya seorang hamba dan pengakuan bahwa di hatinya hanya Tuhan yang Esa saja yang maha kaya dan maha pemurah.

Oleh karena itu orang yang meninggalkan doa adalah orang yang sombong dan maksiat yang layak mendapatkan murka Tuhan.


Dengan berdoa secara otomatis berarti kita juga sedang berdzikir (mengingat Allah) dan bertaqarrub (mendekatkan diri pada Allah)

Walaupun dalam doa terkandung harapan-harapan namun alangkah lebih etis dan lebih efektif bila doa kita lebih kita niatkan untuk berdzikir mengingat Allah dan bertaqarrub mendekatkan diri kepadaNya.


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ


Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.(Gāfir :60)


قال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَة


Nabi saw. bersabda, Doa adalah elemen terpenting dalam ibadah.(HR Tirmidzi)

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ}.


Nabi saw. bersabda, Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah taala dari pada doa.(HR Ahmad)


قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَرْكُ الدُّعَاءِ مَعْصِيَة

Nabi saw. bersabda, Meninggalkan doa adalah maksiat.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ تَعَالَى يَغْضَبْ عَلَيْهِ}.

Nabi saw. bersabda, Siapa yang tidak berdoa kepada Allah taala, maka Dia marah kepadanya.

Dengan sifat kasih sayangNya Tuhan akan memberikan apa yang terbaik untuk kita, bukan apa yang semata-mata kita inginkan. Siapapun yang mempunyai sifat kasih sayang tidak mungkin akan memberikan sesuatu yang membahayakan terhadap yang disayanginya akan tetapi menggantikanya dengan hal yang lebih baik dan lebih sesuai. dan mungkin cara Tuhan mengabulkannya sama sekali tidak seperti cara yang kita bayangkan dan cara menggantikanya sama sekali tidak kita sadari.


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا


Tidaklah seorang muslim yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak untuk memutus tali kekeluargaan, kecuali Allah akan memberinya tiga kemungkinan: Doanya akan segera dikabulkan, atau akan ditunda sampai di akhirat, atau ia akan dijauhkan dari keburukan yang semisal.(HR. Ahmad).


Terkecuali, bukannya tidak mungkin bila keinginan kita itu memang baik untuk kita. Karena tidak semua yang kita inginkan,tidak semua kekayaan dan kenyamanan itu baik/cocok untuk setiap orang. perlu disadari bahwa kekayaan dan kenyamanan justru membuat banyak orang menjadi angkuh dan berpaling dari Tuhan.


۞ وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُّنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ


Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.(Asy-Syūrā:27)


۞ وَلَوْ رَحِمْنٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِّنْ ضُرٍّ لَّلَجُّوْا فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ


Dan seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka.(Al-Mu'minūn:75)


-Dan apabila memang apa yang kita harapkan itu adalah apa yang akan kita mohonkan dan bersifat spesifik, maka dengan disertai tawakal, persiapkan dan kuatkan terlebih dahulu mental kita, jadikan mental kita sebagai mental seseorang yang memang sudah layak dan pantas untuk mendapatkannya dan berkomitmen untuk menjadi lebih baik.


فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ


maka ketika kamu sudah mempunyai tekad lalu bertakwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.


-Berdoalah, mintalah sesuatu, yang seberapa kadar sesuatu itu sesuai/presisi dengan kadar yang bisa kita yakini.Keyakinan itu bersifat dinamis dan fluktuatif,bisa kita olah dan bisa kita tingkatkan.tidak tepat bila kita meminta sesuatu yang kita sendiri tidak bisa meyakininya atau menganggapnya mustahil. begitu juga berdoa dengan keyakinan yang lemah akan seperti anak panah yang keluar dari busur yang talinya kendor.

-Rangkailah kalimat-kalimat doa dengan bahasa yang bisa kita pahami dan kita hayati yang sesuai dengan makna yang kita dimaksudkan.


ادْعُوا اللهَ وأنتمْ مُوقِنُونَ بالإجابةِ، واعلمُوا أنَّ اللهَ لا يَستجيبُ دُعاءً من قلْبٍ غافِلٍ لَاهٍ


"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai."(HR. Tirmidzi)


-Berhusnudzonlah dan besabarlah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita dan tidak akan menyia-nyiakannya.


قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى يَا عَبْدِي أنَا عِنْدَ ظَنِّكَ وَأَنَا مَعَكَ إذَا دَعَوْتَنِيْ

Nabi saw. bersabda, Allah taala berfirman, Wahai hamba-Ku, Aku menurut persangkaanmu dan Aku bersamamu jika engkau berdoa kepada-Ku.

وَاصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ


Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.(Hūd :115)


-Dan apabila terbesit persepsi di hati kita,bahwa apa yang kita inginkan belum nampak atau tampak sulit dan setan membisikkan prasangka bahwa apa yang kita minta memang tidak akan terwujud,maka bertaawudzlah. perbaharui tawakal dan pertahankan husnudzon kita bahwa apa yang kita inginkan yang belum nampak itu bukan berarti tidak dikabulkan, tapi mungkin memang belum tampak atau akan malah akan digantikan dengan apa yang mestinya kita butuhkanyang lebih baik daripada apa yang kita inginkan.dan menyadari bahwa ujian godaan setan dan kesulitan seperti ini pasti datangnya.

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ


Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.(Al-Arāf :200)


اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ


Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman,dan mereka tidak diuji?(Al-Ankabūt : 2)


اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ


Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.

(An-Naḥl :99)


اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ.فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ


Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan

sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.(Asy-Syarḥ :5-6)


-Teruslah berharap dan jangan pernah putus asa. tetaplah bersabar,mungkin apa yang kita minta memang sesuatu yang perlu proses panjang namun yakinlah pada saat awal kita mulai berdoa pada saat itu pula sistem mulai bekerja. karena orang yang berputus asa setelah berdoa seperti orang yang menanam pohon lalu menebangnya sebelum berbuah.

Beberapa dari nabi-nabi doanya dikabulkan setelah melewati waktu puluhan tahun atau dikabulkan disaat usia sudah tua.


وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Akan Aku jawab panggilan hamba yang memanggilKu apabila dia mengundangKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.(Al-Baqarah :186)


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ؛ يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يُسْتَجَابُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

"Doa seorang dari kalian akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: 'Aku telah berdoa, dan aku telah berdoa berkali-kali, namun aku belum melihat doaku dikabulkan.' Lalu ia merasa jenuh/putus asa pada keadaan itu dan ia meninggalkan doa."

-Sebelum kita mengucapkan kata kata doa, terlebih dahulu kita panjatkan pujian-pujian untuk menyanjung Tuhan dan membaca shalawat atas rasulNya, kemudian baru berharap kasih sayangNya, agar Allah berkenan senantiasa membimbing kita dengan memberikan notifikasi/Ilham, menunjukkan dan menuntun kita menyusuri tahap demi tahap alur algoritma takdir menuju arah yang kita harapkan. serta berkenan mengupdate operasi sistem nya.


سمع رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدِ اللَّهَ تَعَالَ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلَ هَذَا ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ لْيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ


Rasulullah ﷺ mendengar seseorang berdoa dalam salatnya tanpa mengagungkan Allah Ta'ala dan tidak membaca shalawat untuk Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ lalu bersabda, "Orang ini tergesa-gesa."Beliau kemudian memanggilnya dan bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, hendaknya ia memulainya dengan memuji dan menyanjung Tuhannya, kemudian bershalawat kepada Nabi ﷺ, lalu setelah itu ia berdoa dengan apa yang diinginkannya


لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرّ


"tidak ada yang merestorasi takdir kecuali doa dan tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan(HR tirmidzi)


-Berdoalah secara Istiqomah dengan penuh sopan santun dan rendah diri karena berdoa bukan menodong atau memaksa tetapi berdoa adalah permohonan seorang hamba terhadap Tuhannya


اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْارضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ


Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.(Al-Arāf :55-56)


وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إنَّ الله تَعَالَى يُحِبُّ الْمُلِحِّيْنَ فِى الدُّعَاءِ}.


Nabi saw. bersabda, Sungguh Allah taala itu menyukai orang-orang yang melanggengkan (selalu tetap) di dalam berdoa.


-hindarilah hal-hal yang menghalangi akan terkabulnya doa kita seperti melakukan perbuatan perbuatan zalim dan menggunakan/mengkonsumsi sesuatu yang haram.

Doa diibaratkan senjata, senjata bisa mengenai sasaran yang diharapkan apabila senjata itu normal dan tidak adanya sesuatu yang menghalangi antara senjata dan objek sasaran.

begitu juga doa bisa terkabul mengenai harapan apabila memenuhi kriteria dan tidak adanya penghalang.


وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ

Nabi saw. bersabda, Doa itu senjata orang mukmin, tiang agama, serta cahaya langit-langit dan bumi.

-Berupaya mewujudkan harapan kita dengan usaha nyata yang sebaik-baiknya sekaligus sebagai bukti ketulusan dan keseriusan atas permohonan kita.


إِنْ تَصْدُقِ اللَّهَ يَصْدُقْكَ


"Jika engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah akan mewujudkan keinginanmu."(HR. An-Nasa'i)


عُمِلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ


Beramallah, karena setiap orang dimudahkan untuk melakukan apa yang ia diciptakan karenanya.


إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتقِنَهُ

sesungguhnya Allah SWT mencintai seseorang yang apabila bekerja ia mengerjakannya dengan profesional (dengan sebaik-baiknya)


قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌ ۚفَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ


Katakanlah (Muhammad), Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui,(Az-Zumar :39)


هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ


Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(Al-Mulk:15)


(penulis: KH M.Aminudin)


Posting Komentar

0 Komentar