Kategori

yuk.. mondok di PONPES MAMBA'UL HUDA

BERDOA DAN BERUSAHA

BERDOA DAN BERUSAHA


Berdoa artinya (mengundang/ memanggil/menyeru/memohon) kepada Allah,dengan harapan agar Alloh berkenan memperhatikan dan memberikan kasih sayangNya/anugrahNya atau berkenan memberikan apa yang kita harapkan


-Berdoa adalah perintah Allah, baik untuk urusan dunia maupun akhirat

-Berdoa termasuk hal ibadah (bentuk penghambaan diri) yang paling mulia dihadapan Allah dan termasuk esensi daripada ibadah karena berdoa adalah merupakan kesadaran dan pengakuan akan lemahnya seorang hamba dalam menentukan nasib dirinya dan dalam hakikatnya hanya ada Allah yang maha pengasih dan maha kaya yang pantas untuk dimintai pertolongan.

Oleh karena itu orang yang meninggalkan doa adalah orang yang sombong dan maksiat yang layak mendapatkan murka Tuhan.


-Dengan berdoa secara otomatis berarti kita juga sedang berdzikir (mengingat Allah) dan bertaqarrub (mendekatkan diri pada Allah)

Walaupun dalam doa terkandung harapan-harapan namun alangkah lebih etis dan lebih efektif bila doa kita lebih kita niatkan untuk berdzikir mengingat Allah dan bertaqarrub mendekatkan diri kepadaNya.


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ 


Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”(Gāfir :60)


قال النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَة


Nabi saw. bersabda, “Doa adalah elemen terpenting dalam ibadah.”(HR Tirmidzi)

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ}.


Nabi saw. bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah ta’ala dari pada doa.” (HR Ahmad)


قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَرْكُ الدُّعَاءِ مَعْصِيَة

Nabi saw. bersabda, “Meninggalkan doa adalah maksiat.” 

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ تَعَالَى يَغْضَبْ عَلَيْهِ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang tidak berdoa kepada Allah ta’ala, maka Dia murka kepadanya.”

-Dengan sifat kasih sayangNya Tuhan akan memberikan apa yang terbaik untuk kita, bukan apa yang semata-mata kita inginkan. Siapapun yang mempunyai sifat kasih sayang tidak mungkin akan memberikan sesuatu yang membahayakan/merugikan terhadap yang disayanginya akan tetapi menggantikanya dengan hal yang lebih baik dan lebih sesuai. dan mungkin cara Tuhan mengabulkannya sama sekali tidak seperti cara yang kita bayangkan dan cara menggantikanya sama sekali tidak kita sadari.


مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا


“Tidaklah seorang muslim yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak untuk memutus tali kekeluargaan, kecuali Allah akan memberinya tiga kemungkinan: Doanya akan segera dikabulkan, atau akan ditunda sampai di akhirat, atau ia akan dijauhkan dari keburukan yang semisal.” (HR. Ahmad).


Terkecuali, bukannya tidak mungkin bila keinginan kita itu memang baik untuk kita. Karena tidak semua yang kita inginkan,tidak semua kekayaan dan kenyamanan itu baik/cocok untuk setiap orang. perlu disadari bahwa kekayaan dan kenyamanan justru membuat banyak orang menjadi angkuh dan berpaling dari Tuhan.


۞ وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُّنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ


Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.(Asy-Syūrā:27)


۞ وَلَوْ رَحِمْنٰهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِّنْ ضُرٍّ لَّلَجُّوْا فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ


Dan seandainya mereka Kami kasihani, dan Kami lenyapkan malapetaka yang menimpa mereka, pasti mereka akan terus-menerus terombang-ambing dalam kesesatan mereka.(Al-Mu'minūn:75)


-Dan apabila memang apa yang kita harapkan itu adalah apa yang akan kita mohonkan dan bersifat spesifik, maka dengan disertai tawakal, persiapkan dan kuatkan terlebih dahulu mental kita, jadikan mental kita sebagaimana mental seseorang yang memang sudah layak dan pantas untuk mendapatkannya  dan berkomitmen untuk menjadi lebih baik.


فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ 


maka ketika kamu sudah mempunyai tekad lalu bertakwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.


-Berdoalah, mintalah sesuatu, yang seberapa kadar sesuatu itu sesuai/presisi dengan kadar yang bisa kita yakini.Keyakinan itu bersifat dinamis dan fluktuatif,bisa kita olah dan bisa  kita tingkatkan.tidak tepat bila kita meminta sesuatu yang kita sendiri tidak bisa meyakininya atau menganggapnya mustahil. begitu juga berdoa dengan keyakinan yang lemah akan seperti anak panah yang keluar dari busur yang talinya kendor.

-Rangkailah kalimat-kalimat doa dengan bahasa yang bisa kita pahami dan kita hayati yang sesuai dengan makna yang kita dimaksudkan.


ادْعُوا اللهَ وأنتمْ مُوقِنُونَ بالإجابةِ، واعلمُوا أنَّ اللهَ لا يَستجيبُ دُعاءً من قلْبٍ غافِلٍ لَاهٍ


"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. Tirmidzi)


-Berhusnudzonlah dan besabarlah bahwa Allah akan mengabulkan doa kita dan tidak akan menyia-nyiakannya.


قال صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى يَا عَبْدِي أنَا عِنْدَ ظَنِّكَ وَأَنَا مَعَكَ إذَا دَعَوْتَنِيْ

Nabi saw. bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Wahai hamba-Ku, Aku menurut persangkaanmu dan Aku bersamamu jika engkau berdoa kepada-Ku.”

وَاصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ


Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.(Hūd :115)


-Dan apabila terbesit persepsi di hati kita,bahwa apa yang kita inginkan belum nampak atau tampak sulit dan setan membisikkan prasangka bahwa apa yang kita minta memang tidak akan terwujud,maka bertaawudzlah. perbaharui tawakal dan pertahankan husnudzon kita bahwa apa yang kita inginkan yang belum nampak itu bukan berarti tidak dikabulkan, tapi mungkin memang belum tampak atau akan malah akan digantikan dengan apa yang mestinya kita butuhkan yang lebih baik daripada apa yang kita inginkan.dan menyadari bahwa ujian godaan setan dan kesulitan seperti ini pasti datangnya.

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ


Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.(Al-A‘rāf :200)


اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ


Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? (Al-‘Ankabūt : 2)


اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ


Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.

(An-Naḥl :99)


اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ.فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ


Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan

sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.(Asy-Syarḥ :5-6)

إن الدعاء ينفع مما نزل ومما لم ينزل، فعليكم عباد الله بالدعاء

Artinya: “Sesungguhnya doa itu bermanfaat bagi sesuatu yang telah turun (terjadi) maupun yang belum turun (belum terjadi). Maka perbanyaklah berdoa, wahai hamba Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

-Teruslah berharap dan jangan pernah putus asa. tetaplah bersabar,mungkin apa yang kita minta memang sesuatu yang perlu proses panjang namun yakinlah pada saat awal kita mulai berdoa pada saat itu pula sistem mulai bekerja. karena orang yang berputus asa setelah berdoa seperti orang yang menanam pohon lalu menebangnya sebelum berbuah.

Beberapa dari nabi-nabi doanya dikabulkan setelah melewati waktu puluhan tahun atau dikabulkan disaat usia sudah tua.


وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ


Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Akan Aku jawab panggilan hamba yang memanggilKu apabila dia mengundangKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.(Al-Baqarah :186)


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ؛ يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ، وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يُسْتَجَابُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

"Doa seorang dari kalian akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: 'Aku telah berdoa, dan aku telah berdoa berkali-kali, namun aku belum melihat doaku dikabulkan.' Lalu ia merasa jenuh/putus asa pada keadaan itu dan ia meninggalkan doa." 

-Sebelum kita mengucapkan kata kata doa, terlebih dahulu kita panjatkan pujian-pujian untuk menyanjung Tuhan dan membaca shalawat atas rasulNya, kemudian baru berharap kasih sayangNya, agar Allah berkenan senantiasa membimbing kita dengan memberikan notifikasi/Ilham, menunjukkan dan menuntun kita menyusuri tahap demi tahap alur algoritma takdir menuju arah yang kita harapkan. serta berkenan mengupdate operasi sistem nya.


سمع رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدِ اللَّهَ تَعَالَ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلَ هَذَا ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ لْيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ


Rasulullah ﷺ mendengar seseorang berdoa dalam salatnya tanpa mengagungkan Allah Ta'ala dan tidak membaca shalawat untuk Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ lalu bersabda, "Orang ini tergesa-gesa." Beliau kemudian memanggilnya dan bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, hendaknya ia memulainya dengan memuji dan menyanjung Tuhannya, kemudian bershalawat kepada Nabi ﷺ, lalu setelah itu ia berdoa dengan apa yang diinginkannya


لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرّ


"tidak ada yang merestorasi takdir kecuali doa dan tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan”(HR tirmidzi)


-Berdoalah secara Istiqomah dengan penuh sopan santun dan rendah diri karena berdoa bukan menodong atau memaksa tetapi berdoa adalah permohonan seorang hamba terhadap Tuhannya


اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْارضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ


Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (takut tidak dikabulkan) dan penuh harap (untuk dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.(Al-A‘rāf :55-56)


وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إنَّ الله تَعَالَى يُحِبُّ الْمُلِحِّيْنَ فِى الدُّعَاءِ}.


Nabi saw. bersabda, “Sungguh Allah ta’ala itu menyukai orang-orang yang melanggengkan (selalu tetap) di dalam berdoa.”


-hindarilah hal-hal yang menghalangi akan terkabulnya doa kita seperti melakukan perbuatan perbuatan zalim dan menggunakan/mengkonsumsi sesuatu yang haram.

Doa diibaratkan senjata, senjata bisa mengenai sasaran yang diharapkan apabila senjata itu normal dan tidak adanya sesuatu yang menghalangi antara senjata dan objek sasaran.

begitu juga doa bisa terkabul mengenai harapan apabila memenuhi kriteria  dan tidak adanya penghalang.


وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ

Nabi saw. bersabda, “Doa itu senjata orang mukmin, tiang agama, serta cahaya langit-langit dan bumi.”

-Kemudian kita melakukan ikhtiar, berupaya mewujudkan harapan kita dengan amal usaha nyata yang sebaik-baiknya sekaligus sebagai bukti ketulusan dan keseriusan atas permohonan kita.


إِنْ تَصْدُقِ اللَّهَ يَصْدُقْكَ


"Jika engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah akan mewujudkan kejujuranmu." (HR. An-Nasa'i)


عُمِلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ


“Beramallah, karena setiap orang dimudahkan untuk melakukan apa yang ia diciptakan karenanya”.


قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌ ۚفَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ


Katakanlah (Muhammad), “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui,(Az-Zumar :39)



BERUSAHA


Berusaha adalah tindakan-tindakan nyata yang dilakukan manusia untuk mewujudkan harapannya.


-berusaha dan berharap adalah hal yang diperintahkan Allah, dan dilarang putus asa


اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ


“Beramallah, karena setiap orang dimudahkan untuk melakukan apa yang ia diciptakan karenanya”.(HR Bukhori Muslim)


قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌ ۚفَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ


Katakanlah (Muhammad), “Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui,(Az-Zumar :39)


فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ

وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ 


Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),

dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.(Asy-Syarḥ :7-8)


يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ


Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”(Yūsuf :87)


قَالَ وَمَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبِّهٖٓ اِلَّا الضَّاۤلُّوْنَ


Dia (Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.”(Al-Ḥijr :56)


اَوَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ 

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Az-Zumar :52-53)


Nabi juga mengajarkan kepada kita doa berlindung dari sifat malas 


اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari)

_________________________

Nb:

kata ikhtiar, sa’a,amal, kasab mempunyai makna yang sama yaitu perbuatan /pekerjaan/ tindakan manusia. hanya dalam kebiasaan penempatan istilah saja yang berbeda.

ikhtiar/usaha :tindakan manusia dalam hal memilih takdirnya yang terbaik. 

sa’a: perilaku manusia di dalam menjalani hidupnya

amal/perbuatan: perbuatan manusia dalam hal menggapai dunia atau akhiratnya/pahala

kasab/usaha/bekerja: tindakan manusia dalam hal menggapai dunianya/rezekinya

______________________________


-berusaha/beramal adalah proses yang sedang dilakukan manusia guna mencapai keinginan dunia dan akhirat.

dan untuk urusan akhirat Kita harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan oleh nabi kita Muhammad SAW. 

adapun untuk urusan dunia diserahkan kepada kita masing-masing 


وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ


Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Maha Cepat perhitungan-Nya.(Al-Baqarah :202)


مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ


“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari Muslim)


قال: أنتُم أعلَمُ بأمرِ دُنياكُم.


nabi bersabda:“Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian”(hadits)


-beramal adalah hal hal yang mengisi kehidupan kita sehingga menjadi bermakna dan nilai usaha /amal kita adalah bekal yang akan kita bawa ke kehidupan selanjutnya (akhirat)


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ


Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.(Al-Ḥasyr :18)


قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا 


Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”(Al-Kahf :110)


-usaha /amal adalah hal yang dijadikan ujian oleh  Allah terhadap hambanya, hamba mana saja yang dalam melakukan usahanya dengan cara yang terbaik


ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ


(Allah)Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.(Al-Mulk :2)


أَفْضَلُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

Artinya: Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya (HR Tirmidzi)


Maka dari itu usaha  harus dimulai dengan niat yang  baik dan benar dan dijalankan dengan baik dan benar juga,tidak melanggar aturan agama maupun negara, bahkan usahanya dijadikan sarana untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan, dan 

dilakukan dengan semangat.


وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ


Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”(At-Taubah :105)


إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ


“Sesungguhnya ruh qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya dan dia habiskan semua jatah rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara dalam mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR Thabrani)


أَيُّهَا النَّاسُ! اتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، فَإنَّ نَفْسًا لَنْ 

تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا؛ وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا، فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ؛ خُذُوا مَا حَلَّ، وَدَعُوا مَا حَرُمَ 


“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki. Karena sesungguhnya sebuah jiwa tidak akan mati sampai ia menyempurnakan rezekinya, meskipun rezeki itu datang terlambat. Maka bertakwalah kepada Allah, carilah dengan cara yang baik; ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah)


لاَ تَسْتَبْطِئُوْاالرِّزْقَ, فَإِنَّهُ لَنْ يَمُوْتَ العَبْدُ حَتَّى يَبْلُغَ آخِرَ رِزْقٍ هُوَ لَهُ, فَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ, أَخْذِ الحَلاَلِ وَ تَرْكِ الحَرَام

 

Artinya: Janganlah menganggap rezeki kalian terlambat turun. Sesungguhnya, tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan telah sempurna rezekinya. Carilah rezeki dengan cara yang baik (dengan) mengambil yang halal dan meninggalkan perkara yang haram. (HR Ibnu Hibban, Hakim, dan Baihaqi)


وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ


Dan setiap umat mempunyai arah yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Al-Baqarah:148)


اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan minta tolonglah kepada Allah, serta janganlah engkau malas.” (HR. Muslim)

اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا


Artinya: “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi.”(hadits atsar)


إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتقِنَهُ


“sesungguhnya Allah SWT mencintai seseorang yang apabila bekerja ia mengerjakannya dengan profesional (dengan sebaik-baiknya) (HR Thobroni)


-Berusaha merupakan tindakan manusia untuk merubah keadaan dirinya.


ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ


Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(Ar-Ra‘d :11)


-berusaha adalah tindakan menjemput/mengambil jatah rezeki untuk kebutuhan kelangsungan hidupnya


وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ


Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat menetapnya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).(Hūd :6)


وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ


Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.(Aż-Żāriyāt :22)


فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ


maka carilah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.(Al-‘Ankabūt :17)


هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ


Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(Al-Mulk:15)


-berusaha adalah tindakan mencari/menggapai luapan rezeki (fadhol) yang melimpah dan bertebaran di alam semesta.


فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ


Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.(Al-Jumu‘ah :10)

_______________________

Nb:

Rezeki adalah jatah yang disediakan Allah sebagai bekal kelangsungan hidup makhlukNya sebagai jaminan dan tanggung jawab Alloh

dan rezeki yang disediakan ini sangat dilebihkan dari sekedar kecukupan (meluap) sebagai Rahmat kasih sayang Allah. rezeki yang berlebih ini dinamakan fadhol (kelebihan/limpahan/luapan)

namun istilah fadhol tidak hanya tertentu pada Rizki saja akan tetapi juga mencangkup kelebihan-kelebihan yang lain seperti kecerdasan, talenta, kelebihan fisik, kekayaan, kedudukan dll, fadhol juga biasa disebut dengan anugerah/karunia)

______________________


Bila ditinjau dari sisi usaha manusia, lazimnya seseorang hanya akan mendapatkan apa yang berbanding lurus dengan apa yang diusahakan.


وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ


dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.(An Najm:39)


وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْاۚ وَلِيُوَفِّيَهُمْ اَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ


Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan.(Al-Aḥqāf:19)


Namun bila ditinjau dari rahmatnya Tuhan rezeki yang disediakan Tuhan sangat melimpah ruah dan bertebaran di alam semesta ini. yang kita diperintahkan juga untuk menggapainya.


لِيَجْزِيَهُمُ اللّٰهُ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ


(mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.(An-Nūr :38)


فَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَكُنْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ


Maka sekiranya bukan karena anugerah Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.(Al-Baqarah:64)


قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ  ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ  ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.(Az-Zumar :10)


اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَۗ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗوَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ


Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat saling memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.(Az-Zukhruf :32)


(Penulis : KH M.Aminudin)



Posting Komentar

0 Komentar