Tawakal/pasrah adalah mempercayakan dan menyandarkan kepada Allah atas tercapai dan tidaknya harapan yang sedang kita usahakan, dengan keyakinan bahwa Allah lebih tahu mana yang terbaik,dan keyakinan bahwa bila usaha tidak tercapai maka Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha yang telah kita lakukan namun akan menggantikan dengan hal yang lebih baik (Allah akan memberikan jaminan/garansi).
baik harapan yang spesifik maupun yang umum.
Tawakal termasuk jenis Amaliah batin, seperti halnya ikhlas,rojadan lain-lain.
وَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا
dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pemelihara.
(Al-Aḥzāb:3)
Dalam hidupnya manusia oleh Allah dijadikan sebagai makhluk yang memiliki iritabilitas tinggi sehingga mudah lelah dan stres.manusia juga dibekali dengan nafsu yang berfungsi sebagai motor/baterai yang menyimpan energi-energi yang diantaranya tersalurkan menjadi keinginan-keinginan yang berfungsi mendorong manusia agar tetap survival dalam hidupnya
dan juga manusia dihiasi dengan kecintaan-kecintaan sebagai booster yang berfungsi sebagai stimulus penguat daya/sinyal dorongan-dorongan tersebut.
۞ اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ
اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًاۙ
وَّاِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًاۙ
Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.
Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,
dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,(Al-Maārij [70]:21)
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ
Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
(Āli Imrān :14)
energi keinginan(hawa)manusia ini kapasitasnya terlalu tinggi melampaui daripada kapasitas durasi hidupnya(ajalnya). keinginan yang masih abstrak dan belum terwujud secara nyata ini dinamakan angan angan (amal)
maka dari itu alam bawah sadar manusia suka berandai-andai dan menghayal, mengangan-angan sesuatu yang terkadang tidak realistis dan secara logis tidak mungkin dicapai sepanjang umur hidupnya.
dalam sebuah hadistnya nabi memberikan penjelasan tentang gambaran manusia beserta ajal, angan-angan, dan takdirnya.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: خَطَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا مُرَبَّعًا، وَخَطَّ خَطًّا فِي الْوَسَطِ خَارِجًا مِنْهُ، وَخَطَّ خُطَطًا صِغَارًا إِلَى هَذَا الَّذِي فِي الْوَسَطِ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي فِي الْوَسَطِ، وَقَالَ: «هَذَا الْإِنْسَانُ، وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطٌ بِهِ - أَوْ قَدْ أَحَاطَ بِهِ - وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ، وَهَذِهِ الْخُطَطُ الصِّغَارُ الْأَعْرَاضُ، فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَشَخَهُ هَذَا، وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا نَشَخَهُ هَذَا»
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata:"Nabi SAW membuat garis segi empat, lalu beliau membuat garis di tengahnya yang keluar darinya. Beliau juga membuat garis-garis kecil di samping garis yang di tengah tersebut. Beliau bersabda: 'Ini adalah manusia, dan (garis segi empat) ini adalah ajalnya yang mengelilinginya. Garis yang keluar ini adalah angan-angannya (citacitanya), sedangkan garis-garis kecil ini adalah berbagai rintangan/peristiwa. Jika ia lolos dari satu rintangan, ia akan terkena rintangan lainnya. Dan jika ia terkena rintangan ini, ia akan binasa'"(HR. Al-Bukhari)
di sisi lain Allah membekali manusia dengan kesadaran pikiran dan perasaan.yang dengan kesadaran ini manusia bisa bersikap proaktif dan memvisualisasikan rencana-rencana dalam bentuk tindakan-tindakan yang realistis untuk mewujudkan apa yang diangan-angankannya kedalam dunia nyata. angan-angan yang terencana dan realistis ini namanya harapan(rojak).
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.(Al-Arāf :179)
أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ اثْنَتَانِ: اتِّبَاعُ الهَوَى وَطُولُ الأَمَلِ، فَأَمَّا اتِّبَاعُ الهَوَى فَيَصُدُّ عَنِ الحَقِّ، وَأَمَّا طُولُ الأَمَلِ فَيُنْسِي الآخِرَةَ
"Perkara yang paling aku takutkan atas kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Mengikuti hawa nafsu memalingkan dari kebenaran, sedangkan panjang angan-angan membuat lupa akan akhirat."
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ اُولٰۤىِٕكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
(Al-Baqarah :218)
يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ
Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.
(Yūsuf [12]:87)
______________________________
-kata hawa nafsu dan panjang angan-angan (thulul amal) biasanya digunakan sebagai diksi yang berkonotasi negatif (dilarang)
-dan kata harapan ( rojak) biasanya digunakan sebagai diksi yang berkonotasi positif (diperintahkan)
-seperti halnya prasangka (dzon) konotasinya negatif, tapi setelah dikonfirmasi dengan bukti-bukti empiris atau diuji dengan metode ilmiah kemudian menjadi pengetahuan (ilmu) konotasinya menjadi positif. ibarat buah yang masih mentah tidak layak untuk dikonsumsi dan bila sudah matang baik untuk dikonsumsi.
________________________________
selanjutnya manusia mengaktualisasikan harapan harapan tersebut sebagai tindakan nyata, proses ini dinamakan amal (depanya huruf ain yang artinya perbuatan/pekerjaan)
وَالْعَصْرِۙ
اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ
Demi masa,
sungguh, manusia berada dalam kerugian
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.(Al-Aṣr :1-3)
hanya saja (untuk sebagai sarana ujian) Allah mendesain manusia sebagai makhluk yang lemah dan Allah berkehendak untuk meringankan beban manusia. sehingga untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai harapan-harapannya, manusia tidak harus melakukannya sendiri secara totalitas. akan tetapi apa yang diusahakan manusia itu hanya sebagian kecil saja, dan yang sebagian besar digantungkan kepada kesempatan-kesempatan yang tersedia di alam semesta.
misal seorang petani yang mengharapkan punya uang untuk kesejahteraan keluarga nya, dia hanya mengolah lahan dan menanam serta merawat pohon dengan sebaik-baiknya. hanya itu saja yang diperankan oleh petani. sedangkan yang lebih banyak adalah peran di luar petani itu sendiri. dari manakah dia bisa memiliki tanah? siapakah yang memproduksi dan menyediakan pupuk dan obat-obatan?
siapakah yang menyediakan unsur hara dan air? siapakah yang membelah biji menjadi kecambah? siapakah yang menumbuhkan akar, daun dan buahnya?
apakah petani bisa memastikan cuacanya baik? apakah petani bisa memastikan tidak datangnya penyakit dan hama? apakah setelah panen petani bisa memastikan harga sesuai yang diinginkannya? apakah setelah petani mendapatkan keuntungan dan uang banyak, hal itu akan menjadikan petani itu lebih baik? tidakkah ada tetangga atau saudara yang hasud? tidakkah ada perampok yang mengintai? tidakkah ia akan menjadi sombong? berpotensi kah dengan uang itu dia bermaksiat?
يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.(An-Nisā' :28)
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ
Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.(Luqmān :34)
jadi manusia tidak bisa memastikan keberhasilan dari usahanya, dan manusia juga tidak tahu yang sesungguhnya apakah keberhasilan itu akan berdampak baik atau malah berdampak buruk bagi dirinya. semua itu menjadi misteri bagi manusia karena memang hidup manusia ini adalah dijadikan sebagai wahana menguji siapa saja manusia yang beramal baik.
۞ وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُّنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.
(Asy-Syūrā:27)
ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
(Al-Mulk :2)
maka dari itu manusia yang cerdas dan beriman akan tahu diri di samping berusaha dan berdoa juga harus bertawakal artinya pasrah kepada Allah sang maha pengatur dan pengendali alam semesta tentang dinamika hidup kita yang penuh misteri ini untuk bagaimana menjadi baiknya diri kita.
فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
maka ketika kamu sudah mempunyai tekad lalu bertakwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.
Tawakal bisa dipraktekkan apabila didasari dengan hal-hal berikut:
1.kesadaran bahwa manusia hanya bisa dan wajib berikhtiar
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.(Al-Jumuah [62]:10)
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah dijalaninya ,(An-Najm :39)
ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
(Ar-Rad :11)
2.kesadaran bahwa untuk mencapai keberhasilan hanya sebagian kecil peran yang diperankan oleh manusia.
يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.(An-Nisā' :28)
3.kesadaran bahwa keberhasilan lebih banyak ditentukan oleh peran dari luar dirinya yaitu peran orang lain dan alam semesta.dan kesadaran bahwa Allah adalah Tuhan yang berkuasa mengatur dan mengendalikan alam semesta.
اِنِّيْ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ رَبِّيْ وَرَبِّكُمْ ۗمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ اِلَّا هُوَ اٰخِذٌۢ بِنَاصِيَتِهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus (adil).
(Hūd :56)
وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْۗ لَوْاَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka . Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.(Al-Anfāl :63)
اَهُمْ يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَۗ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗوَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.(Az-Zukhruf :32)
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Al Ankabuut :60)
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.(Al-Jāṡiyah 13)
4. kesadaran bahwa baik atau buruknya efek keberhasilan yang diinginkan hanya Allah yang maha tahu.
وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ
Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui(Al-Baqarah :216)
فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
Jika kamu tidak menyukai sesuatu, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.(An-Nisā' :19)
5 kesadaran perlunya berbaik sangka kepada Allah, bahwa ikhtiar/usaha yang telah kita lakukan tidak akan disia-siakan oleh Allah meskipun tidak sesuai dengan yang kita harapkan.
وَاصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ
Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.(Hūd :115)
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ
Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit, sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.(Al-Anbiyā' :47)
HIKMAH BERTAWAKAL KEPADA ALLAH
1. bisa berzuhud,bisa lebih mudah fokus ke akhirat dan tidak tertipu dunia.
وَلِلّٰهِ غَيْبُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاِلَيْهِ يُرْجَعُ الْاَمْرُ كُلُّهٗ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.(Hūd :123)
2. kondisi batin lebih rilek,tenang, tidak mengeluh dan tidak cemas
اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.
(An-Naḥl :99)
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًا ۚ
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,(Al-Furqān :58)
3.tidak kecewa,stres dan putus asa bila gagal
قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.
(At-Taubah :51)
وَمَا لَنَآ اَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللّٰهِ وَقَدْ هَدٰىنَا سُبُلَنَاۗ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلٰى مَآ اٰذَيْتُمُوْنَاۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُوْنَ ࣖ
Dan mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah, sedangkan Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh, akan tetap bersabar terhadap gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang yang bertawakal berserah diri.
(Ibrāhīm :12)
اَوَلَمْ يَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ࣖ
۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.(Az-Zumar 52-53)
4. tindak bangga dan menyombongkan diri jika berhasil
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ
لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ
Setiap peristiwa yang terjadi di bumi dan yang terjadi pada dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,(Al-Ḥadīd :22-23
فَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚوَمَا عِنْدَ اللّٰهِ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۚ
Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,(Asy-Syūrā :36)
5. disediakan solusi atas problematika hidupnya,mendapat jaminan kecukupan dari Allah dan rizki yang tidak diduga
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,
dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.(Aṭ-Ṭalāq:2-3)
(penulis: KH M.Aminudin)
0 Komentar