Kategori

yuk.. mondok di PONPES MAMBA'UL HUDA

ALLAH ITU SIAPA?

Allah adalah wajibul wujud (zat yang keberadaannya bersifat pasti).

karena alam semesta sudah jelas nyata adanya maka Allah yang menciptakannya pasti lebih dulu adannya.


قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلَّذِى فَطَرَهُنَّ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَٰلِكُم مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ


Ibrahim berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu".(Al Anbiyaa' :56)


Allah adalah zat yang tunggal (hanya ada satu dan tidak ada pembandingnya

Allah adalah sumber dari segala yang ada dan segala yang ada semuanya bergantung kepadaNya


قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ

Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.

ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".


Allah adalah puncak dari rentetan hukum sebab akibat (prima causa)


_______________________________________

nb: Prima causa(hukum sebab pertama) adalah konsep filsafat dan metafisika yang berarti sebab utama atau penyebab pertama dari segala sesuatu di alam semesta, di mana ia menjadi awal dari segala kejadian tetapi ia sendiri tidak disebabkan atau diciptakan oleh hal lain.

_________________________________________


وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ


Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".(Ash Shaffaat :96)


بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ


Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!"Lalu jadilah ia.(Al Baqarah :117)


فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ


(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.(Asy Syuura :11)


إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ


Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?(Yunus :3)


Allah adalah ROBB (pencipta,pemilik, penguasa, pengatur dan pengendali alam semesta)


إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍۭ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ


Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam(Al A'raaf :54)


يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ


Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.(As Sajdah :5)


قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَمَن يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ


Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?"Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?"(Yunus :31)


MENGENAL ALLOH berdasarkan petunjuk  Wahyu

Kita tahu siapakah Allah dan tahu bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang harus disembah dan tidak boleh menjadikan Tuhan yang lain karena adanya petunjuk Wahyu yang disampaikan oleh para rasulNya


وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ


Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).(An Nahl :36)


وَسْـَٔلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلْنَا مِن دُونِ ٱلرَّحْمَٰنِ ءَالِهَةً يُعْبَدُونَ


Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu: "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?(Az Zukhruf :45)


هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا


Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.(Al Fath :28)


Hanya saja Dzatnya Allah tidak boleh/tidak bisa kita kenali karena dzat Allah maha suci, maha lembut, maha gaib dan tidak ada apapun yang menyerupai. jadi Allah tidak bisa kita bayangkan dan apa yang bisa kita bayangkan pastikan itu bukan Allah.


تَعَلَّمُوا أنَّهُ لَنْ يَرَى أحَدُ مِنْكُمْ رَبَّهُ حَتَّى يَمُوْتَ

Ketahuilah oleh kalian, bahwasanya salah seorang di antara kalian tidak akan dapat melihat Tuhannya sampai kalian meninggal (mati).(HR. Muslim)


لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ


Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Al An'aam :103)


وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ


Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman".(Al A'raaf :143)


Dan di sisi lain karena Indra dan akal kita yang terbatas, sebatas hanya bisa memikirkan ruang lingkup alam dunia ini saja. banyak hal yang tidak bisa dijangkau olehnya seperti adanya akhirat.


فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ .وَمَا لَا تُبْصِرُونَ


Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat

Dan dengan apa yang tidak kamu lihat(Al Haaqqah :38-39)


Akan tetapi jangan bingung tentang hal ini. karena bila kita sadari pada diri kita pun ada sesuatu yang kita tidak punya pengetahuan tentang sesuatu itu namun kita meyakini adanya dan tidak bisa memungkirinya. sesuatu itu yang membuat kita bisa hidup,bergerak,bernafas,meli،hat,mendengar, berfikir, merenung, dan lain-lain. sesuatu itu adalah RUH.


وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا


Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".(Al Israa' :85)


Namum kita bisa mengenali Allah melalui sifat-sifatnya (sifat wajib Allah yang 20) bahwa Dia yang hidup, yang berfirman, yang mendengar, yang melihat, Dia yang dahulu dan tidak ada yang mendahuluinya, yang kekal abadi, yang berbeda dengan makhluk, yang mandiri, dan lain-lain


Kita juga bisa mengenali Allah melalui nama-namanya (Asmaul Husna), bahwa Dia yang penyayang, yang pengasih, yang pengampun,yang perkasa,yang merajai, yang mengatur,yang memberikan kedamaian, yang memberikan rizki,yang menjamin keamanan, dan lain-lain


ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ


Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),(Thaahaa :8)


وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ


Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.(Al A'raaf :180)


قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا


Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".(Al Israa' :110)


هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ


Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Al Hasyr :24)


Kita juga bisa mengenali Allah dengan cara bertafakur tentang ciptaan-ciptaannya termasuk mengenali diri kita sendiri. bahwa adanya ciptakan itu pasti ada yang menciptakan. bahwa ciptaan ciptaan yang beroperasi secara otomatis dan teratur itu pasti ada yang mengaturnya. bahwa suatu ciptaan dan ciptaan yang lain saling berharmoni itu pasti ada yang mengendalikannya. ada manajemen yang berjalan dan ada sistem yang berlaku. demikianlah Allah mengutus para malaikat-malaikatnya untuk melakukan tugas semua itu sesuai dengan perintah Nya.

Dengan akal yang disertai informasi Wahyu kita jadi tahu bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan, dan alam bukan Tuhan itu sendiri.


فَٱلْمُدَبِّرَٰتِ أَمْرًا


dan(malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).(An Naazi'aat :5)


إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.(Al Baqarah :164)


إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ


Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.(Ali Imran :190)


Kita juga bisa mengenali Allah melalui merenungi firman-filmannya, di dalam firman-firmannya banyak disebutkan tentang siapa Allah, tentang kehendak kehendak Allah, tentang perbuatan-perbuatan Allah, tentang bagaimana akibat manusia yang mematuhi Nya dan tentang bagaimana akibat manusia yang mendurhakaiNya


Kita juga bisa mengenal Allah dengan cara mengkaji pelajaran tauhid.


Bila mengenal Allah hanya berdasarkan prasangka

Demikianlah yang benar, mengenal Allah berdasarkan petunjuk Wahyu, karena bila hanya mengandalkan akal tanpa Wahyu atau hanya prasangka nafsu saja maka ada saja orang yang menganggap alam semesta itu adalah Tuhan itu sendiri, dikarenakan akal takjub terhadap keajaiban alam semesta yang mengandung materi-materi aktif, yang seolah punya kekuatan, seakan-akan bisa menentukan nasib manusia,alam yang tampak mandiri, beroperasi dengan otomatis, berharmoni,dan ada hukum-hukum alam dan sistem yang berjalan pada dirinya.

Perilaku orang yang menjadikan Tuhan selain Allah seperti ini namanya Syirik(menyekutukan Tuhan). dan syirik adalah perilaku yang melampaui batas (disebut thogho/tughyan yang artinya berbuat melampaui batas atau sewenang-wenang) karena telah membuat Allah cemburu. dan selain Allah yang mereka anggap Tuhan itu disebut thogut.


Orang yang berprasangka seperti ini diibaratkan seperti seekor semut yang berada di atas kertas dan berprasangka bahwa tulisan-tulisan yang indah dan penuh makna itu hasil karya dari tangan yang terampil. karena semut melihat dan mengamati bahwa tulisan-tulisan itu terbentuk oleh coretan pena yang bergoyang-goyang dan bergoyang-goyangnya pena karena digerakkan oleh jari-jari tangan maka semut berkesimpulan bahwa tulisan itu diciptakan oleh tangan. karena memang demikian apa yang tampak oleh semut. namun semut tidak melihat apa yang tidak tampak di balik itu, bahwa ternyata tangan juga digerakkan oleh hati, dan hati digerakkan oleh keadaan-keadaan tertentu yang mengharuskan ia harus menulis. yang mana keadaan-keadaan tersebut telah didesain sedemikian rupa oleh Tuhan.

Jadi tulisan-tulisan itu tercipta oleh rentetan sebab akibat yang puncaknya adalah Allah (prima causa)


وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ


Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.(Yunus :36)


لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ


Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Al Baqarah :256) :


CARA MENYEBUTNYA

adapun kata ALLOH itu asalnya adalah kata sebutan yang artinya sesembahan, yang kemudian menjadi nama diri dzatnya alloh(isim alam)


اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ


Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.(Ṭāhā :14)


kata Alloh berasal dari kata ilah yang artinya sesembahan (depannya ditambah huruf alif dan lam yang artinya adalah sesembahan yang kita maksud).

dalam budaya kita untuk menyebut Allah biasanya dengan meminjam kata-kata yang digunakan untuk menyebut sesuatu yang paling kita hormati, seperti Gusti(pemilik hamba), pengeran(tempat penumpang hidup) dari kata ngenger, Tuhan dari kata tuan (lalu ditambah huruf H tengahnya untuk membedakan dengan tuan manusia)


selain menyebut dengan nama diri/dzat ya itu Allah kita juga boleh menyebut dengan nama sifat ( Asmaul Husna)


وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ


Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.(Al A'raaf :180)


PERBEDAAN KATA ROB DAN ILAH

Alloh di satu sisi sebagai Rob di sisi yang lain sebagai Ilah

Rob dan ilah maknanya sama yaitu Tuhan.

hanya saja beda konteks dan sudut pandangnya

Rob adalah Tuhan dalam konteks Dia adalah sebagai pencipta, pengatur, pengendali makhlukNya.

biasanya kata ganti yang digunakan adalah Kami. karena Allah dalam proses menciptakan tidak sendiri akan tetapi melibatkan para malaikat dan alam semesta.

cara pandangnya ditinjau dari segi bagaimana Allah bersikap dan berbuat kepada makhlukNya.


نَحْنُ خَلَقْنَٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ


Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?(Al Waaqi'ah :57)


sedangkan Ilah adalah Tuhan dalam konteks Alloh sebagai sesembahan.

kata ganti yang digunakan adalah Aku.

karena hanya Allah sajalah satu-satunya dzat yang wajib disembah, tidak boleh menyembah yang lain dan juga tidak boleh di sekutukan dengan yang lain.

cara pandangnya ditinjau dari segi apa yang harus dilakukan oleh semua makhluk kepadaNya.


اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ


Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.(Ṭāhā :14)


وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ


Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".(Al Anbiyaa' :25)


KESIMPULAN

Oleh karena Allah itu Robb (pencipta pengatur pengendali yang hakiki) bagi makhlukNya maka wajib bagi makhlukNya untuk menjadikan Dia sebagai ilahnya (sesembahanya). tidak boleh menyembah selain Allah (La ilaha illallah)


إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ


Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?(Yunus :3)


(Penulis:KH M.Aminuddin)






Posting Komentar

0 Komentar