Allah adalah wajibul wujud (zat yang keberadaannya bersifat pasti).
karena alam semesta sudah jelas nyata adanya
maka Allah yang menciptakannya pasti lebih dulu adannya.
قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ
ٱلَّذِى فَطَرَهُنَّ وَأَنَا۠ عَلَىٰ ذَٰلِكُم مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ
Ibrahim berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit
dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat
memberikan bukti atas yang demikian itu".(Al Anbiyaa' :56)
Allah adalah zat yang tunggal
(hanya ada satu dan tidak ada pembandingnya
Allah adalah sumber dari segala yang ada dan segala yang
ada semuanya bergantung kepadaNya
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Katakanlah:
"Dialah Allah, Yang Maha Esa.
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
Allah adalah Tuhan
yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
dan tidak ada
seorangpun yang setara dengan Dia".
Allah adalah puncak dari rentetan
hukum sebab akibat (prima causa)
_______________________________________
nb: Prima causa(hukum sebab pertama)
adalah konsep filsafat dan metafisika yang berarti sebab utama atau penyebab
pertama dari segala sesuatu di alam semesta, di mana ia menjadi awal dari
segala kejadian tetapi ia sendiri tidak disebabkan atau diciptakan oleh hal
lain.
_________________________________________
وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat
itu".(Ash Shaffaat :96)
بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ
أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk
menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:
"Jadilah!"Lalu jadilah ia.(Al Baqarah :117)
فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم
مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ
ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari
jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak
pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu.
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan
Melihat.(Asy Syuura :11)
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur
segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada
izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.
Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?(Yunus :3)
Allah adalah ROBB
(pencipta,pemilik, penguasa, pengatur dan pengendali alam semesta)
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit
dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan
malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula)
matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan
semesta alam(Al A'raaf :54)
يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلْأَرْضِ
ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu
naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu.(As Sajdah :5)
MENGENAL ALLOH berdasarkan petunjuk Wahyu
Kita tahu siapakah Allah dan tahu bahwa Allah
adalah satu-satunya Tuhan yang harus disembah dan tidak boleh menjadikan Tuhan
yang lain karena adanya petunjuk Wahyu yang disampaikan oleh para rasulNya
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut
itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh
Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.
Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan
orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).(An Nahl :36)
وَسْـَٔلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَآ
أَجَعَلْنَا مِن دُونِ ٱلرَّحْمَٰنِ ءَالِهَةً يُعْبَدُونَ
Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus
sebelum kamu: "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain
Allah Yang Maha Pemurah?(Az Zukhruf :45)
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ
ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama
yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai
saksi.(Al Fath :28)
Hanya saja Dzatnya Allah tidak boleh/tidak
bisa kita kenali karena dzat Allah maha suci, maha lembut, maha gaib dan tidak
ada apapun yang menyerupai. jadi Allah tidak bisa kita bayangkan dan apa yang
bisa kita bayangkan pastikan itu bukan Allah.
تَعَلَّمُوا أنَّهُ لَنْ يَرَى أحَدُ مِنْكُمْ رَبَّهُ
حَتَّى يَمُوْتَ
Ketahuilah oleh
kalian, bahwasanya salah seorang di antara kalian tidak akan dapat melihat
Tuhannya sampai kalian meninggal (mati).(HR. Muslim)
لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَٰرَ
ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat
melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha
Mengetahui.(Al An'aam :103)
Dan di sisi lain karena Indra dan akal kita
yang terbatas, sebatas hanya bisa memikirkan ruang lingkup alam dunia ini saja.
banyak hal yang tidak bisa dijangkau olehnya seperti adanya akhirat.
فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ .وَمَا لَا تُبْصِرُونَ
Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat
Dan dengan apa yang
tidak kamu lihat(Al Haaqqah :38-39)
Akan tetapi jangan bingung tentang hal ini.
karena bila kita sadari pada diri kita pun ada sesuatu yang kita tidak punya
pengetahuan tentang sesuatu itu namun kita meyakini adanya dan tidak bisa
memungkirinya. sesuatu itu yang membuat kita bisa hidup,bergerak,bernafas,meli،hat,mendengar,
berfikir, merenung, dan lain-lain. sesuatu itu adalah RUH.
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ
مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh
itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan
sedikit".(Al Israa' :85)
Namum kita bisa mengenali Allah melalui
sifat-sifatnya (sifat wajib Allah yang 20) bahwa Dia yang hidup, yang
berfirman, yang mendengar, yang melihat, Dia yang dahulu dan tidak ada yang
mendahuluinya, yang kekal abadi, yang berbeda dengan makhluk, yang mandiri, dan
lain-lain
Kita juga bisa mengenali Allah melalui
nama-namanya (Asmaul Husna), bahwa Dia yang penyayang, yang pengasih, yang
pengampun,yang perkasa,yang merajai, yang mengatur,yang memberikan kedamaian,
yang memberikan rizki,yang menjamin keamanan, dan lain-lain
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ
ٱلْحُسْنَىٰ
Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan
Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),(Thaahaa :8)
وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ
بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya
dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang
menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan
mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.(Al A'raaf :180)
قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَٰنَ
ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ
وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan
nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang
terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah
pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".(Al
Israa' :110)
هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ
ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ
ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk
Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan
bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Al
Hasyr :24)
Kita juga bisa mengenali Allah dengan cara
bertafakur tentang ciptaan-ciptaannya termasuk mengenali diri kita sendiri.
bahwa adanya ciptakan itu pasti ada yang menciptakan. bahwa ciptaan ciptaan
yang beroperasi secara otomatis dan teratur itu pasti ada yang mengaturnya.
bahwa suatu ciptaan dan ciptaan yang lain saling berharmoni itu pasti ada yang
mengendalikannya. ada manajemen yang berjalan dan ada sistem yang berlaku.
demikianlah Allah mengutus para malaikat-malaikatnya untuk melakukan tugas
semua itu sesuai dengan perintah Nya.
Dengan akal yang disertai informasi Wahyu kita
jadi tahu bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan, dan alam bukan Tuhan itu
sendiri.
فَٱلْمُدَبِّرَٰتِ أَمْرًا
dan(malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).(An Naazi'aat
:5)
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ
ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
berakal.(Ali Imran :190)
Kita juga bisa mengenali Allah melalui
merenungi firman-filmannya, di dalam firman-firmannya banyak disebutkan tentang
siapa Allah, tentang kehendak kehendak Allah, tentang perbuatan-perbuatan
Allah, tentang bagaimana akibat manusia yang mematuhi Nya dan tentang bagaimana
akibat manusia yang mendurhakaiNya
Kita juga bisa mengenal Allah dengan cara
mengkaji pelajaran tauhid.
Bila mengenal Allah hanya berdasarkan prasangka
Demikianlah yang benar, mengenal Allah
berdasarkan petunjuk Wahyu, karena bila hanya mengandalkan akal tanpa Wahyu
atau hanya prasangka nafsu saja maka ada saja orang yang menganggap alam
semesta itu adalah Tuhan itu sendiri, dikarenakan akal takjub terhadap
keajaiban alam semesta yang mengandung materi-materi aktif, yang seolah punya
kekuatan, seakan-akan bisa menentukan nasib manusia,alam yang tampak mandiri,
beroperasi dengan otomatis, berharmoni,dan ada hukum-hukum alam dan sistem yang
berjalan pada dirinya.
Perilaku orang yang menjadikan Tuhan selain
Allah seperti ini namanya Syirik(menyekutukan Tuhan). dan syirik adalah
perilaku yang melampaui batas (disebut thogho/tughyan yang artinya berbuat
melampaui batas atau sewenang-wenang) karena telah membuat Allah cemburu. dan
selain Allah yang mereka anggap Tuhan itu disebut thogut.
Orang yang berprasangka seperti ini
diibaratkan seperti seekor semut yang berada di atas kertas dan berprasangka
bahwa tulisan-tulisan yang indah dan penuh makna itu hasil karya dari tangan
yang terampil. karena semut melihat dan mengamati bahwa tulisan-tulisan itu
terbentuk oleh coretan pena yang bergoyang-goyang dan bergoyang-goyangnya pena
karena digerakkan oleh jari-jari tangan maka semut berkesimpulan bahwa tulisan
itu diciptakan oleh tangan. karena memang demikian apa yang tampak oleh semut.
namun semut tidak melihat apa yang tidak tampak di balik itu, bahwa ternyata
tangan juga digerakkan oleh hati, dan hati digerakkan oleh keadaan-keadaan
tertentu yang mengharuskan ia harus menulis. yang mana keadaan-keadaan tersebut
telah didesain sedemikian rupa oleh Tuhan.
Jadi tulisan-tulisan itu tercipta oleh
rentetan sebab akibat yang puncaknya adalah Allah (prima causa)
وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ
ٱلظَّنَّ لَا يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja.
Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.(Yunus :36)
لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ
مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ
بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa
yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah
berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Al Baqarah :256) :
CARA MENYEBUTNYA
adapun kata ALLOH itu asalnya adalah kata
sebutan yang artinya sesembahan, yang kemudian menjadi nama diri dzatnya
alloh(isim alam)
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠
فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka,
sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.(Ṭāhā :14)
kata Alloh berasal dari kata ilah yang artinya
sesembahan (depannya ditambah huruf alif dan lam yang artinya adalah sesembahan
yang kita maksud).
dalam budaya kita untuk menyebut Allah
biasanya dengan meminjam kata-kata yang digunakan untuk menyebut sesuatu yang
paling kita hormati, seperti Gusti(pemilik hamba), pengeran(tempat penumpang
hidup) dari kata ngenger, Tuhan dari kata tuan (lalu ditambah huruf H tengahnya
untuk membedakan dengan tuan manusia)
selain menyebut dengan nama diri/dzat ya itu
Allah kita juga boleh menyebut dengan nama sifat ( Asmaul Husna)
وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ
بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya
dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang
menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan
mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.(Al A'raaf :180)
PERBEDAAN KATA ROB DAN ILAH
Alloh di satu sisi sebagai Rob di sisi yang
lain sebagai Ilah
Rob dan ilah maknanya sama yaitu Tuhan.
hanya saja beda konteks dan sudut pandangnya
Rob adalah Tuhan dalam konteks Dia adalah
sebagai pencipta, pengatur, pengendali makhlukNya.
biasanya kata ganti yang digunakan adalah
Kami. karena Allah dalam proses menciptakan tidak sendiri akan tetapi
melibatkan para malaikat dan alam semesta.
cara pandangnya ditinjau dari segi bagaimana
Allah bersikap dan berbuat kepada makhlukNya.
نَحْنُ خَلَقْنَٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ
Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak
membenarkan?(Al Waaqi'ah :57)
sedangkan Ilah adalah Tuhan dalam konteks
Alloh sebagai sesembahan.
kata ganti yang digunakan adalah Aku.
karena hanya Allah sajalah satu-satunya dzat
yang wajib disembah, tidak boleh menyembah yang lain dan juga tidak boleh di
sekutukan dengan yang lain.
cara pandangnya ditinjau dari segi apa yang
harus dilakukan oleh semua makhluk kepadaNya.
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠
فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka,
sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.(Ṭāhā :14)
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا
نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan
Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan
Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".(Al Anbiyaa' :25)
KESIMPULAN
Oleh karena Allah itu Robb (pencipta pengatur
pengendali yang hakiki) bagi makhlukNya maka wajib bagi makhlukNya untuk
menjadikan Dia sebagai ilahnya (sesembahanya). tidak boleh menyembah selain
Allah (La ilaha illallah)
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ
ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ
ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur
segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada
izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.
Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?(Yunus :3)
(Penulis:KH M.Aminuddin)
0 Komentar