SEMUA YANG TERJADI DI ALAM SEMESTA INI KARENA KEHENDAK ALLAH SWT
Berkehendak semuanya sendiri secara otoriter
dan berdaulat mutlak tanpa batas,tanpa ada tandingan, tanpa ada yang mampu
menghalangi.
lalu kuasa/mampu untuk merealisasikan kehendak
kehendaknya menjadi sebuah karya yang maha agung.
Inilah karakter Tuhan yang sejati yang pantas
untuk disembah. tidak layak disebut Tuhan sesuatu yang hanya berdiam diri,tidak
berbuat apa-apa dan tidak punya kemampuan.
Pernyataan demikian ini adalah prinsip dasar
sebagai pondasi awal yang harus dipegang dalam Kita memahami
perbuatan-perbuatan Tuhan, sebelum kita melanjutkan pembahasan yang lebih luas.
-Allah maha berkehendak
فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ
Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.(Al Buruuj :16)
-Allah maha mampu mengerjakan kehendaknya
إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala
sesuatu.(al-baqarah: 20)
اِنَّمَآ اَمْرُهٗٓ اِذَآ اَرَادَ شَيْـًٔاۖ اَنْ
يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya
berkata kepadanya, Jadilah!Maka jadilah sesuatu itu.(Yāsīn:82)
-Semua yang dikerjakan Allah tidak perlu
pertanggung jawaban
لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُوْنَ
Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi
merekalah yang akan ditanya.(Al-Anbiyā' :23)
-Allah ingin menunjukkan kebesarannya
سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ
حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّۗ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى
كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran)
Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi
mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa
Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
(Fuṣṣilat :53)
TUJUAN ALLAH MENCIPTAKAN BUMI
Allah menciptakan bumi untuk tempat hidup
manusia
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا
فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka
jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan
hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.(Al-Mulk :15)
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ
جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ ۗ وَهُوَ
بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi
untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh
langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.(Al-Baqarah :29)
TUJUAN ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA.
Allah menciptakan manusia sebagai
hamba-hambanya dan menjadikanya sebagai khalifah di bumi
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ
اَنْ يُّطْعِمُوْنِ
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka
beribadah kepada-Ku.
Aku tidak menghendaki
rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi
makan kepada-Ku.(Aż-Żāriyāt :56)
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku
hendak menjadikan khalifah di bumi.Mereka berkata, Apakah Engkau hendak
menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami
bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?Dia berfirman, Sungguh, Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.(Al-Baqarah :30)
GAMBARAN TENTANG KEHIDUPAN DUNIA
-sifat dasar kehidupan dunia adalah lahwun dan
labun. adapun kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat.
_________________________________________
nb: labun: aktivitas yang tujuannya hanya menuruti keinginan untuk bersenang-senang, seperti yang biasanya dilakukan oleh anak-anak kecil.
lahwun: aktivitas yang
tidak berfaedah dan memalingkan dari hal-hal penting.
__________________________________________
وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ
وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan
sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka
mengetahui.(Al-Ankabūt :64)
-Kehidupan dunia mempunyai sifat bisa
memalingkan pandangan manusia dari kehidupan akhirat.
______________________________________
nb: oleh karena manusia diberi nafsu agar bisa mempertahankan eksistensi nya. Maka manusia cenderung mencari kenyamanan dan kenikmatan-kenikmatan. adapun kenikmatan dunia itu nyata dan langsung bisa dinikmati,sedangkan kenikmatan akhirat itu masih berupa informasi dan belum bisa dinikmati. maka dari itu kehidupan dunia seringkali memalingkan pandangan manusia dari kehidupan akhirat
__________________________________________
(Al-Ḥadīd :20)
يَعْلَمُوْنَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۖ
وَهُمْ عَنِ الْاٰخِرَةِ هُمْ غٰفِلُوْنَ
Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia;
sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.
(Ar-Rūm :7)
-kehidupan dunia bersifat sementara dan
menarik hati. namun rasa puas belum tercapai manusia sudah mati meninggalkanya.
___________________________________
nb:
Allah menciptakan
angan-angan manusia melampaui daripada ajalnya.
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu,
ia berkata:"Nabi SAW membuat garis segi empat, lalu beliau membuat garis
di tengahnya yang keluar darinya. Beliau juga membuat garis-garis kecil di
samping garis yang di tengah tersebut. Beliau bersabda: 'Ini adalah manusia, dan (garis segi empat) ini adalah ajalnya yang
mengelilinginya. Garis yang keluar ini adalah angan-angannya (citacitanya),
sedangkan garis-garis kecil ini adalah berbagai rintangan/peristiwa. Jika ia
lolos dari satu rintangan, ia akan terkena rintangan lainnya. Dan jika ia
terkena rintangan ini, ia akan binasa'"(HR. Al-Bukhari)
____________________________________________
اِنَّمَا مَثَلُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ
اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ
النَّاسُ وَالْاَنْعَامُ ۗحَتّٰٓى اِذَآ اَخَذَتِ الْاَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ
وَظَنَّ اَهْلُهَآ اَنَّهُمْ قٰدِرُوْنَ عَلَيْهَآ اَتٰىهَآ اَمْرُنَا لَيْلًا اَوْ
نَهَارًا فَجَعَلْنٰهَا حَصِيْدًا كَاَنْ لَّمْ تَغْنَ بِالْاَمْسِۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ
الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
(Yūnus :24)
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا
كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ فَاَصْبَحَ
هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرِّيٰحُ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا
اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ
وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia
ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan
tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang
diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Harta dan anak-anak
adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus
adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi
harapan.
(Al-Kahf :45-46)
(Āli Imrān :14)
-Allah menjadikan Kehidupan dunia sebagai
matayaitu pencarian bekal /sarana prasarana untuk menggapai kehidupan yang
sesungguhnya yaitu kehidupan akhirat yang kekal dengan memperbanyak amal saleh
_________________________________________
nb: Zuhud adalah
niat,cara pandang, sikap dan tindakan bahwa dunia bukan tujuan semata akan
tetapi dunia hanyalah sarana untuk menggapai tujuan yaitu akhirat.
Zuhud tidak berkaitan
dengan kondisi sedikit atau banyak harta yang dimiliki.
Zuhud secara bahasa
artinya tiadanya perhatian. jadi biar mudah dipahami bahwa zuhud di dunia
adalah sibuk di dunia namun komitmenya ke arah yang menuju akhirat. ibarat
orang yang menyetir mobil tangan dan kakinya sibuk bekerja namun fokus
pandangannya keluar menuju ke arah depan yang akan dilewati yaitu jalan yang
menuju kepada titik tujuan nya.
orang yang zuhud
adalah orang yang mayoritas apa yang dimilikinya baik berupa tenaga, waktu,
pikiran,ataupun harta ditasarufkan untuk mencari pahala akhirat. seperti yang
tersirat dalam ayat ini
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ
نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ
الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia
dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak
menyukai orang yang berbuat kerusakan.(Al-Qaṣaṣ :77)
_________________________________________
يٰقَوْمِ اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا
مَتَاعٌ ۖوَّاِنَّ الْاٰخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ
مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزٰىٓ اِلَّا مِثْلَهَاۚ
وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ
الْجَنَّةَ يُرْزَقُوْنَ فِيْهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan
(sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.
Barangsiapa
mengerjakan perbuatan jahat, maka dia akan dibalas sebanding dengan kejahatan
itu. Dan barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan
sedangkan dia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka
diberi rezeki di dalamnya tidak terhingga.
(Gāfir :39-40)
-Allah menjadikan kehidupan dunia sebagai
ujian.didunia manusia akan diuji kadar keimanan dan kesabaran dalam menjaga
fitrahnya.
الۤم.اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ
يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ
اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ
Alif Lam Mim.
Apakah manusia mengira
bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman,dan
mereka tidak diuji?
Dan sungguh, Kami
telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui
orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta .Al-Ankabūt :1-3)
-Allah menjadikan mati dan hidup sebagai ujian
untuk memilah dan memilih manusia yang terbaik amalnya (yang sabar menjaga
fitrah nya).
_______________________________________
nb:
-kematian juga sebagai
ujian karena alam kubur masih termasuk alam dunia. adapun batas antara alam
dunia dan alam akhirat adalah kiamat.
-walaupun orang mati
sudah tidak bisa beramal lagi, akan tetapi masih mendapatkan pahala amal yang
mengalir yaitu ilmu yang bermanfaat, anak cucu yang sholeh dan sedekah jariyah.
dan juga masih mendapatkan doa-doa dan pahala shodaqoh dari orang yang masih
hidup.
dan jika orang yang
mati itu orang baik tentunya ada orang baik juga yang masih hidup yang mau
membayarkan hutang hutang yang belum sempat terbayarkan. dan memintakan maaf
kepada orang orang-orang yang belum sempat termaafkan.
_________________________________________
ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ
اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di
antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
(Al-Mulk :2)
-Namun Alloh yang maha penyayang tidak akan
menguji dan membebani manusia di luar kemampuannya.
(Al-Baqarah :286)
MACAM-MACAM UJIAN
-Allah akan menguji manusia pada dirinya dan
harta-hartanya
۞ لَتُبْلَوُنَّ فِيْٓ اَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ
وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ
اَشْرَكُوْٓا اَذًى كَثِيْرًا ۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنْ
عَزْمِ الْاُمُوْرِ
Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu
akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang
diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan
bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut)
diutamakan.
(Āli Imrān :186)
-Allah menguji manusia dengan musibah dan
kenikmatan.
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ
بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Setiap yang bernyawa
akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.(Al-Anbiyā' :35)
-Allah menguji manusia dengan kekayaan dan
kefakiran
فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ رَبُّهٗ
فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ
وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ
رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ
Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya
dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, Tuhanku telah memuliakanku.
Namun apabila Tuhan
mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, Tuhanku telah
menghinaku.(Al-Fajr :15-16)
-Allah menguji manusia dengan
kecemasan,kelaparan dan kekurangan
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ
قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang
yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi
rajiun(sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami
kembali).(Al-Baqarah :155-156)
-Allah menguji manusia dengan istri,anak-anak
dan hartanya
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ
اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚوَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ
فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan
anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat
demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.(Al-Munāfiqūn :9)
-Allah menjadikan kehidupan orang kafir yang
indah sebagai ujian penghinaan terhadap orang-orang beriman
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا
وَيَسْخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ فَوْقَهُمْ يَوْمَ
ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَٱللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Kehidupan dunia
dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina
orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia
daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang
yang dikehendaki-Nya tanpa batas(Al Baqarah :212)
CARA MENGHADAPI UJIAN
Allah memberikan cara menghadapi ujian dan
memberikan jalan keluarnya
-Allah menjadikan sabar dan shalat sebagai
sarana menghadapi ujian.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا
بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
.
wahai orang-orang yang
beriman mintalah tolong dengan sabar dan shalat . sesungguhnya Allah menyertai
orang-orang yang bersabar(Āli Imrān:200)
يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ
وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ
الْاُمُوْرِ
Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat
yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap
apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang
penting.
(Luqmān:17)
-Allah akan menyediakan kemudahan di balik
kesulitan
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ.فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ
يُسْرًاۙ
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan
sesungguhnya beserta
kesulitan itu ada kemudahan.(Asy-Syarḥ :5-6)
-Allah akan memberikan jalan keluar
permasalahan hidupnya dengan bertakwa
dan Allah akan memberikan kecukupan dan rezeki
yang tak terduga dengan tawakal
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ
يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ
جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah
(kembali
kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah
mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di
antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah
pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat.
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar
baginya,
dan Dia memberinya
rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal
kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap
sesuatu.(Aṭ-Ṭalāq:2-3)
-Allah akan menyelamatkan manusia dari orang
yang tidak suka kepadanya dengan cara bersabar dan bertakwa.
إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ
سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا۟ بِهَا ۖ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ
شَيْـًٔا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati,
tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu
bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan
kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka
kerjakan.(Ali Imran :120)
HIKMAH UJIAN
-penghapus dosa
وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ
اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ
Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh
perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari
kesalahan-kesalahanmu).
(Asy-Syūrā :30)
-mendapatkan ampunan dan rahmat Tuhan
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ
قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ
وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun(sesungguhnya kami milik Allah dan
kepada-Nyalah kami kembali).
Mereka itulah yang
memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang
mendapat petunjuk.(Al-Baqarah :156-157)
-mendapatkan tambahan pahala
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ
ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ
ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman!
Bertakwalah kepada Tuhanmu.Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan
memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang
bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
(Az-Zumar :10)
BALASAN BAGI ORANG YANG LULUS DAN ORANG YANG
GAGAL DALAM MENJALANI UJIAN
-baik buruk apa yang dikerjakan,manusia akan
melihatnya
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
(Az Zalzalah 99:7) : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat
dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
(Az Zalzalah 99:8) :
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan
melihat (balasan)nya pula.
-perbuatan baik akan dibalas kebaikan dan
perbuatan buruk akan dibalas keburukan
مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا
ۖ وَمَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ
يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ
Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan
dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan
amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan
beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa
hisab. (Ghafir :40)
-balasan perbuatan zalim akan diakhirkan
وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ
ٱلظَّٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَٰرُ
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah
lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah
memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka)
terbelalak,(Ibrahim 42)
-balasan baik ataupun buruk adalah akibat dari
sebab yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْـًٔا وَّلٰكِنَّ
النَّاسَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi
manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.(Yūnus :44)
TUJUAN HIDUP MANUSIA
Tujuan hidup manusia yang semestinya adalah
mendapatkan panggilan untuk pulang kembali ke hadirat Tuhan dengan membawa
kepuasan dan mendapat ridhonya lalu dimasukkan ke dalam golongan orang-orang
yang menghambakan dirinya kepada Tuhan di dalam surga yang abadi.
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
ۚ
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
Wahai jiwa yang tenang!
Kembalilah kepada
Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
Maka masuklah ke dalam
golongan hamba-hamba-Ku,
dan masuklah ke dalam
surga-Ku.
(Al-Fajr :27-30)
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ
اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ
جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ
مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ
وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan,
mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi
Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun
rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada
Tuhannya.(Al-Bayyinah :7-8)
(Penulis:KH M.Aminudin)
0 Komentar