nb:Hidayah yang
dibahas di sini adalah hidayah akhirat.bukan hidayah duniawiyah seperti panca
indra,akal dan naluri.
Hidayahadalah ilmu pengetahuan yang berupa
petunjuk-petunjuk dari Alloh untuk manusia sebagai pedoman dalam menjalani
kehidupanya agar senantiasa berada di jalan yang sesuai dengan fitrahnya (jalan
yang diridhoi allah)
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ
اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ
الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ
Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai)
fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu.Tidak
ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(Ar-Rūm :30)
hidayah berupa ajaran-ajaran yang terkandung
dalam Wahyu Alquran
Alquran ibarat buku petunjuk yang dikeluarkan
oleh pabrik untuk konsumennya agar bisa menggunakan produk pabrik itu dengan
tepat.
هَٰذَا بَيَانٌ لِّلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ
لِّلْمُتَّقِينَ
(Al Quran) ini adalah
penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang
yang bertakwa.(Ali Imran :138)
Hidayah/petunjuk didakwahkan kepada semua umat
manusia oleh para rasul dan pewarisnya dari masa ke masa
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ
مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Wahai manusia, sungguh
telah datang kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu
(penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang
mukmin.(Yūnus :57)
.هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ
وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا
Dialah yang mengutus
Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya
terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi(Al Fath 28)
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا
أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ
وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟
كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut
itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh
Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya.
Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan
orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).(An Nahl :36)
Namun tidak semua orang mendapatkan
hidayah.Allah memberikan hidayah/petunjuk kepada orang yang ia kehendaki dan
meninggalkan orang tetap dalam kesesatannya kepada orang yang dikehendaki
(menterlantarkanya)
وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً
وَلَٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
Dan kalau Allah
menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah
menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu
kerjakan.(An Nahl :93)
اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا
كَفُوْرًا
Sesungguhnya Kami
telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula
yang sangat kufur.(Al-Insān 3)
مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى
وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ
قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ وَكَانَتْ مِنْهَا
أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا وَسَقَوْا
وَزَرَعُوا وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ
مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً
Perumpamaan hidayah
dan ilmu yang Allah mengutusku untuk membawanya (untuk disampaikan kepada
manusia) adalah seperti air hujan yang lebat yang turun mengenai tanah.
Diantara tanah itu ada sebidang tanah yang dapat menyerap air sehingga dapat
menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Dan di antaranya ada
tanah yang bisa menahan/menampung air sehingga dapat diminum oleh manusia,
memberi minum hewan ternak dan untuk menyiram tanaman. Dan ada jenis tanah yang
lain yaitu tanah yang berbentuk lembah yang tidak dapat menahan air dan juga
tidak dapat menumbuhkan tanaman.(hadist)
Orang yang Allah berkehendak untuk memberikan
hidayah kepadanya yaitu orang yang rendah diri, orang yang mau mempercayai,
orang yang mau menerima dan bersyukur.
وَٱلَّذِينَ ٱهْتَدَوْا۟ زَادَهُمْ هُدًى وَءَاتَىٰهُمْ
تَقْوَىٰهُمْ
Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah
petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketakwaannya.(Muhammad:17)
Orang yang oleh Allah dibiarkan tetap dalam
kesesatannya (Hidayah tidak diberikan kepadanya) yaitu orang yang ragu-ragu dan
kufur. sombong menganggap tidak perlu hidayah.bersikap apriori menutup hatinya
tidak mau tahu tentang hidayah.
وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى مِرْيَةٍ
مِّنْهُ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابُ يَوْمٍ
عَقِيمٍ
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan
terhadap Al Quran, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan
tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat.(Al Hajj :55)
وَاِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا وَلّٰى مُسْتَكْبِرًا
كَاَنْ لَّمْ يَسْمَعْهَا كَاَنَّ فِيْٓ اُذُنَيْهِ وَقْرًاۚ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ
اَلِيْمٍ
Apabila dibacakan kepadanya) ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan
menyombongkan diri seolah-olah dia tidak mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan
di kedua telinganya. Maka, berilah kabar gembira kepadanya dengan azab yang
pedih.(Luqmān :7)
hidayah ada dua
tingkatan
1. hidayah (Irsyad).
adalah petunjuk-petunjuk yang masih berupa
ilmu atau teori berupa ajaran-ajaran Alquran yang disampaikan/ditawarkan oleh
para nabi dan pewarisnya kepada umat manusia.
Bagi orang yang sudah menerima hidayah ini,
harus berusaha untuk mendapatkan hidayah selanjutnya yaitu Hidayah taufik. bila
tidak maka hidayah ini akan sia-sia bahkan justru akan memberatkan dirinya
sendiri.
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيْعًاۢ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ
عَدُوٌّ ۚفَاِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ەۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا
يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً
ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ
بَصِيْرًا
قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَاۚ
وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰ
Dia (Allah) berfirman,
Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi
sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah)
barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
Siapa yang berpaling
dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan
mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.
Dia berkata, Ya
Tuhanku, mengapa Engkau mengumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal sungguh
dahulu aku dapat melihat?
Dia (Allah) berfirman,
Memang seperti itulah (balasanmu). (Dahulu) telah datang kepadamu ayat-ayat
Kami, lalu engkau mengabaikannya. Begitu (pula) pada hari ini engkau
diabaikan.(Ṭāhā :123-126)
2. hidayah (Taufik)
taufiq artinya kecocokan
/kesesuaian/sinkron/konsisten antara ilmu/teori dengan amal/praktek.
jadi Taufik adalah usaha manusia untuk
mengamalkan hidayah irsyad, dan berdoa agar senantiasa mendapatkan
bimbingan/kemampuan/kemudahan dari Allah SWT. sebagai rasa syukur atas hidayah
Irsad yang telah diberikan.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Bimbinglah kami ke
jalan yang lurus.(Al-Fātiḥah :6)
شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖاجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى
صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
(Ibrahim) bersyukur
atas nikmat-nikmat-Nya (dan Allah) telah memilih serta menunjukinya ke jalan
yang lurus.(An-Naḥl :121)
وَٱلَّذِينَ ٱهْتَدَوْا۟ زَادَهُمْ هُدًى وَءَاتَىٰهُمْ
تَقْوَىٰهُمْ
Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah
petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketakwaannya.(Muhammad
:17)
يَهْدِى بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضْوَٰنَهُۥ
سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِهِۦ وَيَهْدِيهِمْ
إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Dengan kitab itulah
Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan,
dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap
gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki
mereka ke jalan yang lurus.(Al Ma'idah :16)
Hidayah itu bila dipandang dari sisi Allah
maka hidayah adalah hak prerogatif Alloh untuk mau memberikan hidayah atau
tidak memberi.
وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً
وَلَٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ
تَعْمَلُونَ
Dan kalau Allah
menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah
menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu
kerjakan.(An Nahl :93) :
Namun dari sisi manusianya hidayah adalah pilihan manusia itu sendiri, mau
menerima hidayah itu atau menolaknya.
اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا
كَفُوْرًا
Sesungguhnya Kami
telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula
yang sangat kufur.(Al-Insān :3)
Dan manusia memang diberi potensi dan kehendak
bebas untuk patuh ataupun berontak
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، فَأَلْهَمَهَا فُجُورها
وَتَقْوَاهَا ، قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ، وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
"Demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah
mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sungguh
beruntung orang yang menyucikan jiwa itu, dan sungguh merugilah orang yang
mengotorinya."(Asy-Syams: 7-10)
Orang yang mau menerima dan berterima kasih
setelah hidayah disampaikan, tentu Allah akan memberikan hidayah kepadanya.
dan orang yang acuh atau tidak mau menerima
setelah hidayah disampaikan, tentu Allah tidak akan memberikan hidayah itu
kepadanya.
Adapun orang yang Hidayah tidak pernah
tersampaikan sama sekali kepadanya, maka orang tersebut tidak akan mendapatkan
siksa di akhirat.
adapun ia akan masuk surga atau tidak,menurut
sebagian ulama Allah akan mengujinya dengan ujian yang lain.
مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ
وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Siapa yang mendapat
petunjuk, sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu hanya untuk dirinya. Siapa yang
tersesat, sesungguhnya (akibat) kesesatannya itu hanya akan menimpa dirinya.
Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kami tidak akan menyiksa
(seseorang) hingga Kami mengutus seorang rasul.(Al-Isrā' :15)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBUAT SESEORANG TIDAK
MENDAPATKAN PETUNJUK (MENYIMPANG DARI FITRAHNYA)
1-karena pilihan dan keinginan sendiri,sombong
dan tidak mau menerima petunjuk.
فَاِنْ لَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكَ فَاعْلَمْ اَنَّمَا
يَتَّبِعُوْنَ اَهْوَاۤءَهُمْۗ وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوٰىهُ بِغَيْرِ هُدًى
مِّنَ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ
Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), maka ketahuilah
bahwa mereka hanyalah mengikuti keinginan mereka. Dan siapakah yang lebih sesat
daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah
sedikit pun? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
zalim.(Al-Qaṣaṣ :50)
2-karena disesatkan oleh setan
________________________________________
nb: setan adalah
keturunan/anak cucu iblis.
adapun iblis adalah
salah satu makhluk dari bangsa jin yang dulunya sangat taat beribadah sehingga
derajatnya naik sampai derajat malaikat dan beribadah bersama mereka, namun
setelah Allah menciptakan nabi Adam iblis menjadi iri dengki dan sombong lalu mendeklarasikan
diri sebagai musuh Adam dan bersumpah dihadapan Allah akan
menjauhkan/menyesatkan Adam beserta anak cucunya dari kepatuhan kepada Allah.
maka dari ini iblis beserta anak cucunya dinamakan setan yang secara bahasa
artinya yang menjauhkan/menyimpangkan/menyesatkan /menentang. dan secara umum
kata setan juga digunakan untuk menyebut apapun atau siapapun yang mempunyai
energi negatif dan menjauhkan manusia dari kepatuhan kepada Allah baik jin,
manusia, hewan, maupun benda-benda.
___________________________________________
ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ
وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ
شٰكِرِيْنَ
kemudian pasti aku
akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri
mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.(Al-Arāf
:16-17)
تَاللّٰهِ لَقَدْ اَرْسَلْنَآ اِلٰٓى اُمَمٍ مِّنْ
قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطٰنُ اَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ
وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada
umat-umat sebelum engkau (Muhammad), tetapi setan menjadikan terasa indah bagi
mereka perbuatan mereka (yang buruk), sehingga dia (setan) menjadi pemimpin
mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.(An-Naḥl
:63)
كُتِبَ عَلَيْهِ اَنَّهٗ مَنْ تَوَلَّاهُ فَاَنَّهٗ
يُضِلُّهٗ وَيَهْدِيْهِ اِلٰى عَذَابِ السَّعِيْرِ
(Tentang setan), telah
ditetapkan bahwa siapa yang berkawan dengan dia, maka dia akan menyesatkannya,
dan membawanya ke azab neraka.(Al-Ḥajj :3-4)
3-karena menjadikan orang yang tersesat
sebagai teman atau kekasih.
______________________________________
nb:
"الرَّجُلُ عَلَى دِينِ
خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ "
Seseorang itu tergantung pada agama
(kebiasaan) teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat
dengan siapa dia berteman.(HR. Abu Dawud)
____________________________________________
لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْۗ
وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا
Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan
itu teman akrab(ku),
sungguh, dia telah
menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang
kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.(Al-Furqān :28-29)
4-karena terlalu cinta dunia hingga melampaui
batas.
__________________________________________
nb: agar di dunia
manusia tetap bisa mempertahankan eksistensi hidupnya. maka Allah memberikannya
nafsu/kesenangan terhadap kenikmatan dunia. sehingga hal ini sering kali
menjadikan manusia fokus pada kehidupan dunia dan lupa/berpaling dari kehidupan
akhirat.
________________________________________
ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا
عَلَى الْاٰخِرَةِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ
Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai
kehidupan di dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
kaum yang kafir.(An-Naḥl :107)
5-karena perbuatan fasik
_______________________________________
nb:perbuatan fasik
adalah perbuatan yang melenceng/ keluar dari ketaatan seperti berbuat
dosa/maksiat
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ
سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ
زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ
: ( كلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ )
".
"Sesungguhnya
seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka ditorehkan pada hatinya
satu titik hitam. Apabila ia meninggalkannya, meminta ampun, dan bertobat,
hatinya akan dibersihkan. Namun, jika ia kembali berbuat dosa, titik hitam itu
akan ditambahkan hingga menutupi hatinya. Itulah ar-ran (karat penutup) yang
disebutkan Allah dalam firman-Nya: 'Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya
apa yang selalu mereka usahakan itu telah menutupi hati mereka'."(al
hadist)
____________________________________________
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ لِمَ تُؤْذُوْنَنِيْ
وَقَدْ تَّعْلَمُوْنَ اَنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْۗ فَلَمَّا زَاغُوْٓا اَزَاغَ
اللّٰهُ قُلُوْبَهُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
(Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, Wahai kaumku!
Mengapa kamu menyakitiku, padahal kamu sungguh mengetahui bahwa sesungguhnya
aku utusan Allah kepadamu?Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah
memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang
fasik.(Aṣ-Ṣaff :5)
(Penulis:KH M.Aminuddin)
0 Komentar