Percaya qodlo dan Qadar adalah termasuk salah
satu rukun iman yang keenam.
Qodloartinya ketetapan atau keputusan.
Qodar/takdir artinya kadar/taksiran
perkiraan/kapasitas atau kemampuan/kesanggupan dan lain-lain.
Manusia hidup di dunia ini meskipun diberikan
kehendak bebas namun tetap tidak bisa terbebas lepas dari qodlo dan bergeser
keluar dari takdirnya Allah.
yang bisa dilakukan manusia hanyalah
berikhtiar dan berdoa.
_____________________________________
nb: kata ikhtiar makna
aslinya adalah memilih, oleh karena di dalam memilih ada upaya untuk memilih
yang terbaik, kemudian ikhtiar dimaknai dengan berusaha. begitu juga kata Khoir
makna aslinya adalah yang terpilih, lalu dimaknai dengan yang terbaik)
_______________________________________
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِيْٓ
اٰيٰتِ اللّٰهِ ۗاَنّٰى يُصْرَفُوْنَۚ
Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Maka apabila Dia hendak
menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah!Maka jadilah
sesuatu itu.
Apakah kamu tidak
memperhatikan orang-orang yang (selalu) membantah ayat-ayat Allah? Bagaimana
mereka dapat dipalingkan?(Gāfir :68-69)
وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢبِالْبَصَرِ
Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.Dan
perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan
mata.(Al-Qamar:49-50)
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang
mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak
ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir
biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang
kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).(Al-Anām :59)
Ibarat Pengguna HP yang tidak bisa lepas dari
spesifikasi dan keluar dari format operasi sistem yang telah ditentukan oleh
pabriknya
sepintar-pintar pengguna memainkan game tetap
tidak akan pernah bisa melenceng keluar dari formasi algoritma yang telah
ditentukan oleh si pembuat aplikasi game. kecepatan bermainnya juga tidak
mungkin bisa keluar melampaui batas kapasitas processornya.pengguna hanya bisa
ber ikhtiar (memilih) mana tombol yang akan dipencet, mau memilih geser ke
kanan atau ke kiri. tahap pertama pengguna memilih salah satu dari banyak
pilihan dan di depannya sudah terbentang banyak pilihan lagi yang harus ia
pilih dan begitu seterusnya sampai game over.si pembuat aplikasi sudah
menyediakan potensi pengguna untuk menang atau kalah dan menyediakan bonus bila
menang. menang atau kalah tergantung pengguna mau memilih mencet tombol yang
mana dan mau pilih geser ke mana. dan jika kalah tetap tidak dibenarkan protes
kepada sipembuat aplikasi. karena kekalahan itu murni disebabkan oleh ketidak
tepatan pengguna sendiri dalam menentukan pilihan pilihan nya.
Begitu juga dengan takdir, di dalamnya banyak
pilihan-pilihan, dan bukan tidak mungkin ada ribuan atau jutaan atau milyaran
pilihan per setiap detiknya. dan pastinya jauh lebih rumit, lebih detail dan
lebih kompleks daripada algoritma sistem operasi komputer buatan manusia. di
sana ada pilihan baik dan ada pilihan buruk. ada yang algoritmanya mengarah ke
kemuliaan dan ada juga yang mengarah ke sengsaraan.akan mengarah ke mana akhir
takdir kita, tergantung pilihan pilihan yang kita jalani. tidak ada jalan untuk
protes kepada Allah yang membuat takdir.
لَا يُسْـَٔلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَٔلُوْنَ
Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi
merekalah yang akan ditanya.(Al-Anbiyā' :23)
وَاَنَّ سَعْيَهٗ سَوْفَ يُرٰىۖ
ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
dan sesungguhnya
perjalananya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)
kemudian akan diberi
balasan kepadanya
dengan balasan yang
paling sempurna,
dan sesungguhnya
kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),
(An-Najm :39-42)
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْـًٔا وَّلٰكِنَّ
النَّاسَ اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ
Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi
manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri.(Yūnus :44)
Makanya Kita harus bisa menerima dengan ridlo
terhadap qodlo/ketetapan-ketetapan Tuhan yang berlaku atas diri kita. karena
ketetapan-ketetapan Tuhan yang maha adil itu semuanya baik bagi orang-orang
beriman. kita harus bisa menerima apa adanya tentang rupa wajah kita, kelamin
kita,dari rahim siapa kita dilahirkan,dan kapan ajal kita datang. karena
percuma saja bila kita protes,tidak akan merubah apapun, justru akan
memberatkan diri sendiri.
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ
اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ
الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam);
(sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah)
itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui,
(Ar-Rūm:30)
وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ
لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ
وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ
Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu,
dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui(Al-Baqarah :216)
فَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّيَجْعَلَ
اللّٰهُ فِيْهِ خَيْرًا كَثِيْرًا
Jika kamu tidak menyukai sesuatu, (maka bersabarlah) karena boleh
jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak
padanya.(An-Nisā' :19)
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ
خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ
فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, sesungguhnya semua
perkaranya adalah kebaikan, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali
oleh orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu
adalah kebaikan baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu
pun adalah kebaikan baginya.(HR. Muslim)
يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
حِينَ يُعْطَى أَهْلُ الْبَلَاءِ الثَّوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُودَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ
فِي الدُّنْيَا بِالْمَقَارِيضِ
"Pada hari Kiamat, ketika orang-orang yang diuji
(sakit/cacat) diberi pahala, orang-orang yang sehat (hidupnya ringan tanpa
ujian berat) berangan-angan (karena merasa iri) seandainya kulit mereka dulu
dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia."(HR. Tirmidzi)
Begitu pula didalam kita memainkan takdir
kita, tahapan demi tahapan kita senantiasa berusaha/berikhtiar untuk lincah,
cermat, tepat, penuh kehati-hatian dan wajib berpedoman pada petunjuk-petunjuk
Tuhan yang menciptakan takdir kita.
dan tidak lupa pula senantiasa berdoa untuk
memohon bimbingannya dengan mengirimkan notifikasi/Ilham-Ilham untuk
kemaslahatan kita dan memohon update operasi sistemnya.
اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ،
وَلَا تَعْجَزْ
"Bersemangatlah terhadap hal-hal
yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu
merasa lemah (patah semangat)(HR muslim)
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ
وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ
رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
(yaitu) bagi siapa di
antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus
(Al-Qur'an) itu tidak
lain adalah peringatan bagi seluruh alam,
Dan kamu tidak dapat
menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan
seluruh alam.
(At-Takwīr :26-29)
يَمْحُوا اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ وَيُثْبِتُ ۚوَعِنْدَهٗٓ
اُمُّ الْكِتٰبِ
Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di
sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh).
(Ar-Rad :39)
لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا
يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرّ
"tidak ada yang merestorati takdir kecuali doa dan tidak ada
yang menambah umur kecuali kebaikan(HR tirmidzi)
أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُهُمْ
مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ
Manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada
Allâh). Dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil memberi
salam(HR.Ibnu Hibbân)
Tidaklah seorang muslim yang berdoa dengan doa yang tidak
mengandung dosa dan tidak untuk memutus tali kekeluargaan, kecuali Allah akan
memberinya tiga kemungkinan: Doanya akan segera dikabulkan, atau akan ditunda
sampai di akhirat, atau ia akan dijauhkan dari keburukan yang semisal.(HR.
Ahmad).
Keberuntungan dan keberhasilan seseorang tidak
hanya ditentukan faktor usaha/kesiapan diri sendiri saja namun juga tergantung
kepada takdir kesempatan kesempatan yang berlaku di alam semesta.rumusnya
adalah :kesiapan+kesempatan=keberuntungan.
oleh karena manusia diciptakan sebagai makhluk
sosial, maka manusia dalam memenuhi kebutuhanya dan menggapai cita-citanya
tidak bisa hanya dilakukan oleh dirinya sendiri saja namun juga harus ada
faktor eksternal yang terintegrasi denganya yaitu adanya peran orang lain dan
alam semesta.
maka dari itulah perlunya kita berdoa agar
supaya Tuhan yang maha pengatur dan pengendali berkenan menggerakkan hati orang
lain dan menyelaraskan kosmos kosmos alam semesta agar presisi dengan apa yang
kita butuhkan dan kita inginkan.
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang
menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan
sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka
dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa
yang mereka kumpulkan.(Az-Zukhruf :32)
وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْۗ لَوْاَنْفَقْتَ مَا
فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ
بَيْنَهُمْۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka . Walaupun kamu
menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat
mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.(Al-Anfāl :63)
وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا
ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus)
rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(Al Ankabuut :60)
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى
الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di
bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi
orang-orang yang berpikir.(Al-Jāṡiyah 13)
لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا
تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ
Setiap peristiwa yang terjadi di bumi dan yang terjadi pada dirimu
sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Agar kamu tidak
bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu
gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai
setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,(Al-Ḥadīd :22-23)
(Penulis: KH M.Aminudin)
0 Komentar